PERUSAHAAN tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan (FCX), menyetujui penyerahan tambahan 12% saham di PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Pemerintah Indonesia.
Kesepakatan itu diungkapkan oleh CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani.
Menurut Rosan, penambahan saham ini tidak akan membebani kas negara. Kepastian tersebut ia dapatkan setelah bertemu langsung dengan Chairman FCX Richard Adkerson dan CEO Kathleen Quirk di Amerika Serikat.
“Mereka sudah menyetujui untuk memberikan 12% saham secara free of charge. Saya bertemu langsung dengan pimpinan mereka, dan kesepakatan sudah dibuat,” terangnya disadur dari CNBC Indonesia, Rabu (1/10/2025).
Rosan menambahkan, rencana awal penambahan saham pemerintah di PTFI hanya sebesar 10%. Namun, setelah negosiasi, kesepakatan meningkat menjadi 12%.
Selain itu, Freeport juga berkomitmen membangun dua universitas dan dua rumah sakit di Papua untuk meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut penambahan saham lebih dari 10% telah dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyampaikan, bahwa sebagian saham nantinya akan dialokasikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua, dengan implementasi pasca 2041.
Sebagai informasi, pada 2018 Indonesia resmi menjadi pemegang saham mayoritas PTFI sebesar 51,23% melalui Holding BUMN Pertambangan MIND ID (saat itu PT Inalum).
Akuisisi senilai US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp55,8 triliun tersebut meningkatkan kepemilikan Indonesia dari 9,36% menjadi 51,23%. Sementara sisanya, 48,77% saham, tetap dimiliki Freeport-McMoRan.
Sumber : CNBC Indonesia | Editor : Muh Taufan













