BERAS program SPHP pemerintah kembali melimpah dijual di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu. Meski harganya bervariasi antara Rp62.000 hingga Rp62.500 per karung ukuran 5 kilo gram (kg), tidak menjadi persoalan.
Selisih harga Rp500 antar pedagang masih dianggap wajar. Perbedaan itu dipengaruhi ongkos angkut dan sumber pemasok yang berbeda.
Salah satu pedagang, Rahman, menyebut beras SPHP menjadi pilihan utama pembeli karena kualitasnya baik dan harga lebih terjangkau dibanding beras lain.
“Selisih harga hanya sekitar lima ratus rupiah, tergantung dari mana ambil barang. Kalau stok banyak, harga bisa lebih murah. Pembeli tinggal pilih sesuai kantong,” katanya kepada Eranesia.id, Sabtu (4/10/2025).
Pedagang lain, Rudy, menambahkan beras SPHP membantu memenuhi kebutuhan pasar di tengah harga beras merek lain yang cenderung lebih tinggi.
“Kami berharap distribusi tetap lancar agar stok terjaga dan harga tidak melonjak menjelang akhir tahun,” tandasnya.
Dengan ketersediaan beras SPHP, pedagang optimistis pasar tetap ramai, stok stabil, dan harga terkendali hingga akhir tahun.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













