KEKERINGAN panjang yang melanda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sejak awal 2025 membuat ribuan warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Menjawab kondisi ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin menyalurkan bantuan air bersih bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros.
Sebanyak 48 tangki air berkapasitas 5.000 liter didistribusikan ke 12 desa dan kelurahan di tiga kecamatan: Bontoa, Lau, dan Maros Baru.
Total bantuan mencapai 240 ribu liter air bersih, yang langsung dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, mengatakan Pertamina berkomitmen hadir di tengah masyarakat saat krisis melanda.
“Kami tidak hanya menjaga ketahanan energi, tetapi juga peduli pada kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan air bersih ini menjadi langkah nyata menghadirkan solusi cepat di tengah kekeringan,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Senin (6/10/2025).
Bagi warga, bantuan itu menjadi penyelamat. Siti Rahma, warga Kelurahan Soreang, mengaku lega setelah berbulan-bulan kesulitan air.
“Untuk mandi dan memasak kami harus sangat hemat. Alhamdulillah, bantuan dari Pertamina dan BPBD ini sangat membantu,” tuturnya.
Warga menyambut antusias kehadiran bantuan tersebut. Pertamina Patra Niaga berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus berlanjut agar solusi penanganan kekeringan semakin berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah adaptif menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan.
Advetorial | Editor : Muh Taufan













