SUASANA berbeda terasa pagi itu di SMA Negeri 8 Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bukan karena ujian atau lomba, melainkan karena 50 siswa dari pelbagai jenjang berkumpul untuk belajar menjadi pribadi tangguh siap siaga menghadapi bencana.
Melalui program Sekolah Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin mengajak para pelajar memahami kesiapsiagaan bencana lewat cara yang seru dan interaktif.
Program ini menggandeng Lingkar Topografi Indonesia (LITOF) dan BPBD Kabupaten Maros sebagai mitra pelaksana.
Seluruh siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung berlatih menghadapi situasi darurat.
Mereka belajar mengenali potensi bencana di sekitar, memberikan pertolongan pertama, hingga melakukan simulasi evakuasi korban.
“Awalnya saya takut salah waktu belajar menolong korban. Tapi setelah dijelaskan dan mencoba, ternyata bisa! Sekarang saya lebih percaya diri kalau suatu saat dibutuhkan,” kata Ketua OSIS SMA 8 Mandai, Sulastri Reski dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Minggu (12/10/2025).
Sesi simulasi evakuasi menjadi momen paling seru. Suasana riuh dan antusias memenuhi halaman sekolah saat siswa belajar mengangkat korban dengan benar dan aman.
Meski berlangsung santai, pesan yang tertanam kuat keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Kepala SMA 8 Mandai, Asriyani mengapresiasi kegiatan ini. “Bencana bisa datang kapan saja. Dengan membiasakan siswa tanggap sejak dini, kita sedang membangun pondasi keselamatan masa depan. Kami berterima kasih kepada Pertamina atas dukungannya,” ujarnya.
Bagi PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi, SPAB menjadi bentuk nyata komitmen sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Kami ingin menjadi bagian dari komunitas yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat. Melalui edukasi kebencanaan, kami berharap siswa, sekolah, dan keluarga juga lebih peduli terhadap keselamatan dan lingkungan,” terang Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan.
SDGs
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T Muhammad Rum, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berketahanan), serta SDG 13 (Aksi terhadap Perubahan Iklim).
Melalui SPAB, Pertamina bersama LITOF dan BPBD Maros menanamkan nilai penting bagi generasi muda, siapa pun bisa menjadi penolong.
Tidak harus petugas atau relawan cukup tahu langkah yang benar dan berani bertindak saat dibutuhkan.
Advetorial | Editor : Muh Taufan













