VICE President Head of External Communications Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Eni Nur Ifati menegaskan bahwa AI berdaulat akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Eni menyampaikan hal itu dalam Media Gathering dan Awarding Night “Echoes of the East” di Grand Luley, Kota Manado, Kamis (30/10/2025) malam.
“Jika kita jalankan secara strategis, AI berdaulat bisa menambah nilai hingga USD140 miliar terhadap PDB pada 2030. Pertumbuhan ekonomi juga bisa naik hingga 6,8 persen per tahun dan mendorong Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2041, bahkan 2038,” ungkapnya.
Dalam Laporan Empowering Indonesia 2025, IOH menyoroti lima pilar utama kedaulatan AI.
Di antaranya, infrastruktur digital yang andal, tenaga kerja AI berkelanjutan, industri AI yang tumbuh, riset dan pengembangan yang kuat, dan regulasi dan etika yang kokoh.
Eni menjelaskan, bahwa Indonesia perlu menggelontorkan investasi USD3,2 miliar hingga 2030 untuk memperkuat kapasitas komputasi nasional.
Saat ini, pusat data AI Indonesia hanya menguasai kurang dari 1 persen pasar global. Oleh karena itu, pemerintah dan sektor swasta harus mempercepat pembangunan data center berbasis energi terbarukan serta memperluas jaringan 5G.
Selain membangun infrastruktur, Indonesia juga harus menyiapkan 400 ribu talenta AI pada 2030.
IOH memperkirakan kebutuhan investasi USD968 juta untuk pendidikan, pelatihan, dan reskilling tenaga kerja agar mampu bersaing di era digital.
“Pembangunan AI berdaulat tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kemandirian bangsa di era digital,” tandas Eni.
Penulis : Taufan Bustan | Editor : Taufan Bustan













