Ekonomi

IMIP Beri Dampak Positif, Ritel Modern dan UMKM Bertumbuh di Morowali

×

IMIP Beri Dampak Positif, Ritel Modern dan UMKM Bertumbuh di Morowali

Sebarkan artikel ini
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di depan salah satu ritel modern yang beroperasi di kawasan industri nikel PT IMIP di Bahodopi, Kabupaten Morowali. Dok: Humas PT IMIP/Eranesia.id

KEHADIRAN investasi di Kabupaten Morowali mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Sektor industri mineral logam menjadi motor penggeraknya.

Investasi ini membawa dampak positif bagi pelaku UMKM dan membuka peluang besar bagi sektor ritel modern.

Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Pengembangan Iklim Investasi DPMPTSP Morowali, Abdul Muluk menjelaskan, bahwa ritel modern seperti Indomaret dan Alfamidi berkembang pesat di Morowali.

Saat ini, Morowali memiliki 108 unit ritel modern, terdiri dari 51 Indomaret dan 57 Alfamidi. Di Bahodopi, ada 60 unit bisnis.

“Bahodopi menjadi pusat konsentrasi waralaba terbesar di Morowali, dengan 55 persen dari total waralaba kabupaten di sana. Tren 2021 hingga 2024 menunjukkan pertumbuhan agresif di sektor ritel modern,” kata Muluk dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Jumat (19/12/2025).

Selain Indomaret dan Alfamidi, waralaba lain seperti restoran cepat saji, kedai minuman, es krim, serta ritel perlengkapan rumah tangga juga berkembang pesat.

Perkembangan ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor industri. Industri nikel yang berkembang di Morowali menjadi salah satu pendorong utama.

Morowali kini menjadi pusat industri nikel yang menarik investasi besar dan menciptakan banyak lapangan kerja.

Pertumbuhan industri ini meningkatkan pendapatan per kapita di Sulawesi Tengah. Hal ini meningkatkan daya beli masyarakat dan memicu permintaan produk serta jasa kuliner, termasuk makanan dan minuman dari waralaba.

“Hadirnya IMIP di Morowali berkontribusi positif pada ekonomi dan lapangan kerja, melibatkan banyak masyarakat lokal,” ungkap Muluk.

Efek domino jelas terlihat: industri berkembang, ritel modern bermunculan, lapangan pekerjaan tercipta, dan pendapatan daerah meningkat.

Usaha waralaba berkontribusi pada pendapatan daerah melalui pajak, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak lainnya.

Meski tidak dalam sektor retribusi daerah, usaha waralaba tetap berkontribusi pada retribusi pelayanan pemerintah daerah, seperti retribusi kebersihan.

Rilis | Editor : Muh Taufan