HARGA ikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengalami kenaikan pada awal bulan ini.
Lonjakan harga terjadi pada pelbagai jenis ikan konsumsi yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu, Madyawati, membenarkan adanya kenaikan tersebut.
Ia menyampaikan, bahwa kondisi ini masih dalam pemantauan pemerintah dan dipengaruhi oleh situasi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Benar, sejak awal Desember terjadi kenaikan harga ikan. Kondisinya memang lebih tinggi dibandingkan harga normal,” ujar Madyawati saat ditemui di Kantor DPKP Kota Palu, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, kenaikan harga ikan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni kondisi cuaca dan meningkatnya permintaan masyarakat.
Cuaca yang kurang bersahabat menyebabkan sebagian nelayan membatasi aktivitas melaut sehingga pasokan ikan berkurang.

Di sisi lain, permintaan meningkat seiring momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Cuaca yang kurang mendukung dalam beberapa hari terakhir berdampak pada penurunan hasil tangkapan. Sementara itu, permintaan meningkat saat Nataru, sehingga harga ikut naik,” jelasnya.
Saat ini, harga ikan di pasaran berada pada kisaran Rp45.000 hingga Rp60.000 per kilogram, tergantung jenisnya, seperti cakalang, lahang, kembung, serta selar atau katombo.
Madyawati menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pasokan dan harga ikan di pasaran dengan berkoordinasi bersama pedagang dan distributor.
“Jika cuaca kembali membaik, pasokan diharapkan normal dan harga bisa turun secara bertahap,” tandasnya.
DPKP Palu juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan pola belanja dan memilih kebutuhan secara bijak sembari menunggu harga ikan kembali stabil.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













