PERKEMBANGAN Koperasi Merah Putih di Sulawesi Tengah menunjukkan kemajuan signifikan. Memasuki 2026, sebanyak 1.981 koperasi telah terbentuk dan aktif beroperasi di seluruh wilayah provinsi itu.
Koperasi Merah Putih tersebar di 13 kabupaten/kota, termasuk Kota Palu. Pemerintah menjadikan program ini sebagai fokus utama penguatan ekonomi kerakyatan.
Pemerintah mendorong pembentukan koperasi secara menyeluruh. Pemerintah juga meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas hingga 2026.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tengah, Henny Anggraini, menyatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan proses pembentukan koperasi.
“Proses pembentukan koperasi sudah selesai. Dari 1.981 koperasi, seluruhnya telah memiliki legalitas,” ujar Henny kepada Eranesia.id, Kamis (15/1/2025).
Selain memperkuat kelembagaan, pemerintah daerah mulai mengurus lahan untuk membangun sarana pendukung koperasi. Sarana tersebut meliputi kantor koperasi, gerai sembako, dan gudang penyimpanan.
Pemerintah merencanakan penggunaan Dana Desa dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk membiayai penyediaan fasilitas koperasi di wilayah pedesaan.
“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan koperasi memiliki infrastruktur yang memadai. Kami ingin kegiatan usaha berjalan optimal dan pelayanan kepada anggota meningkat,” ungkap Henny.
Ke depan, pemerintah akan memfokuskan penguatan operasional koperasi. Pemerintah menargetkan pengelolaan koperasi berlangsung secara profesional dan berkelanjutan.
Pemerintah juga berharap koperasi memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Sulawesi Tengah.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













