PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) terus mengembangkan produk unggulannya, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), untuk petani di Sulawesi Tengah. Program ini memberi perlindungan terhadap risiko gagal panen sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
Branch Manager Jasindo Palu, Agus Hendra Rangi, menjelaskan AUTP menyasar petani padi, baik pemilik lahan maupun penggarap.
“Program AUTP melindungi petani dari kerugian akibat gagal panen dan memberi kepastian modal agar usaha tani dapat berlanjut,” ujar Agus kepada Eranesia.id, Sabtu (7/2/2026).
AUTP menjamin berbagai risiko yang dapat merugikan petani, termasuk banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman padi.
Agus menambahkan, skema pembiayaan AUTP berubah pada 2026. Jika sebelumnya premi ditanggung bersama oleh pemerintah pusat dan daerah, kini pemerintah daerah menanggung 100 persen.
“Tahun sebelumnya APBN menanggung 80 persen dan pemerintah daerah 20 persen. Tahun ini seluruh pembiayaan dialihkan ke pemerintah daerah,” jelasnya.
Agus menyebutkan tiga kabupaten di Sulteng sudah mengalokasikan anggaran AUTP tahun ini: Kabupaten Poso seluas 1.600 hektare, Morowali 2.000 hektare, dan Sigi 1.000 hektare.
“Ketiga daerah menjadikan AUTP prioritas untuk melindungi petani, meski ada efisiensi anggaran akibat pengurangan dana dari pusat,” ungkapnya.
Pihak Jasindo berharap dukungan program AUTP bisa diperluas, termasuk dari pemerintah provinsi.
“Semoga dukungan gubernur dan pemprov makin memperluas jangkauan asuransi pertanian ini,” tutup Agus.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













