EkonomiRegional

Rakerda GAPENSI Sulteng Dorong Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan

×

Rakerda GAPENSI Sulteng Dorong Kolaborasi Infrastruktur Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Rakerda GAPENSI Sulteng 2026 dibuka Wagub Sulteng, Reny A Lamadjido di salah satu hotel Palu, Senin (9/2/2026) malam. Foto: Rusdia/Eranesia.id

GABUNGAN Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Sulawesi Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026, Senin (9/2/2026) malam. GAPENSI melaksanakan kegiatan tersebut di salah satu hotel di Kota Palu. Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, membuka Rakerda tersebut.

Rakerda GAPENSI 2026 mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Program BERANI Sulteng untuk Infrastruktur yang Berkelanjutan”.

GAPENSI memilih tema ini untuk menegaskan komitmen dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Ketua Umum BPP GAPENSI, Andi Rukman Nurdin Karumpa, mengajak para pemimpin daerah memperjuangkan keberlangsungan pelaku jasa konstruksi. Ia juga menyoroti kondisi pelaku UMKM di sektor konstruksi.

“Saat ini, di tingkat pusat hanya sekitar 120 pengusaha yang masih aktif. Sepuluh tahun lalu, jumlahnya mencapai 2.800 pengusaha,” ungkap Rukman.

Rukman menjelaskan, bahwa keterbatasan dana transfer ke daerah memengaruhi kondisi tersebut. Keterbatasan anggaran tersebut berdampak langsung pada keberlanjutan usaha jasa konstruksi. Oleh karena itu, GAPENSI mendekati gubernur, wali kota, dan bupati.

GAPENSI mengajak para kepala daerah menyusun perencanaan pembangunan secara bersama. Dengan langkah ini, GAPENSI dapat mengawal alokasi anggaran di tingkat pusat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, menilai Rakerda GAPENSI memiliki peran strategis. Ia menegaskan bahwa sektor jasa konstruksi memegang peranan penting dalam pembangunan daerah.

“Rakerda GAPENSI hari ini mencerminkan upaya pembangunan konstruksi di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Menanggapi keterbatasan anggaran infrastruktur, Reny mengakui tantangan tersebut. Namun, ia tetap optimistis terhadap kondisi ke depan. Ia meyakini kondisi ekonomi akan membaik pada 2027. Perbaikan tersebut diharapkan terjadi pada APBD dan APBN.

“Pemerintah bersama GAPENSI, KADIN, dan asosiasi lainnya harus terus bersinergi. Mari bergandeng tangan untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang Nambaso,” tandasnya.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan