EkonomiRegional

BI Sulteng Perkuat Kerja Sama Daerah untuk Stabilkan Harga Pangan

×

BI Sulteng Perkuat Kerja Sama Daerah untuk Stabilkan Harga Pangan

Sebarkan artikel ini
Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna (tengah) menjadi pemateri dalam Rapat Koordinasi di Distanhorti Sulteng di Kota Palu, Kamis (30/4/2026). Foto: Rusdia/Eranesia.id

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Upaya ini bertujuan mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas pangan.

Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menyampaikan hal itu saat menjadi pemateri. Ia hadir dalam Rapat Koordinasi Distanhorti Sulteng di Palu, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, Bank Indonesia bersama Pemprov Sulteng menjalankan program strategis. Program tersebut tergabung dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

“Pertama, kami menggelar operasi pasar dan pasar murah di pelbagai kabupaten/kota. Fokusnya pada daerah penghitungan inflasi oleh BPS, seperti Palu, Tolitoli, Luwuk, dan Morowali,” ujar Irfan.

Irfan menjelaskan, langkah kedua berupa peningkatan produktivitas tanaman. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi good agricultural practice.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana pertanian. Selain itu, ada juga pelatihan bersama lembaga terkait.

Langkah ketiga adalah memperkuat kerja sama antardaerah. Fokusnya pada daerah produsen dan konsumen tanaman pangan. Tujuannya menjaga distribusi dan stabilitas harga.

“Keempat, kami memperkuat neraca pangan. Kami juga menjaga ketahanan komoditas serta memfasilitasi distribusi pangan,” ungkapnya.

Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Termasuk di dalamnya kelompok tani binaan di pelbagai wilayah Sulteng.

Saat ini, KPwBI Sulteng membina 25 kelompok tani. Kelompok tersebut tersebar di Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Morowali.

Menurut Irfan, pembinaan ini berfokus pada komoditas utama penyumbang inflasi. Komoditas itu meliputi beras, cabai merah atau cabai rawit, serta bawang merah.

“Fokus kami adalah pengendalian inflasi. Komoditas utamanya padi, cabai merah atau cabai rawit, serta bawang merah,” paparnya.

Irfan berharap, seluruh kepala dinas terus menjaga produksi pangan. Ia juga mendorong peningkatan produksi untuk mendukung ketahanan pangan.

“Mudah-mudahan bapak dan ibu kepala dinas dapat terus mempertahankan produksi, khususnya di sektor pangan,” tandasnya.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan