DINAS Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Sektor ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi perikanan dan penguatan kesejahteraan pelaku usaha. Selain itu, DKP juga menjalankan pengawasan yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Budidaya, Pengelolaan Pemasaran, dan Hasil Perikanan DKP Sulawesi Tengah, Moh Syafar, di Palu, Jumat (11/9/2026).
Syafar mengungkapkan, produksi perikanan tangkap Sulawesi Tengah mengalami pertumbuhan signifikan. Pada 2024, produksi tercatat sebesar 271.865,95 ton. Angka ini meningkat menjadi 328.393,08 ton pada 2025, atau naik sekitar 20,8 persen.
“Peningkatan produksi perikanan tangkap ini menunjukkan sektor perikanan Sulawesi Tengah terus berkembang. Sektor ini berperan penting menopang pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Selain perikanan tangkap, sektor budidaya juga menunjukkan kinerja positif. Produksi perikanan budidaya mencapai 330.058,72 ton. Capaian ini mencerminkan besarnya kontribusi subsektor budidaya dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi perikanan.
Dari sisi kesejahteraan, kondisi usaha nelayan tergolong baik. Berdasarkan data Januari 2026, Nilai Tukar Nelayan (NTN) berada pada angka 102,24. Hal ini menandakan usaha nelayan masih relatif menguntungkan.
“Nilai Tukar Nelayan di atas angka 100 menandakan pendapatan nelayan lebih tinggi dari pengeluaran. Ini menunjukkan kesejahteraan pelaku usaha terus membaik. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk mempertahankan serta meningkatkan program pemberdayaan,” ungkap Syafar.
Sementara itu, tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam aspek pengawasan terus meningkat. Hingga Triwulan II Tahun 2026, tingkat kepatuhan mencapai 94,40 persen. Angka tersebut mencerminkan tingginya kesadaran pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas sesuai aturan.
Syafar menambahkan, capaian tersebut menjadi bukti komitmen DKP Sulawesi Tengah. Lembaga ini terus membangun sektor kelautan dan perikanan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui peningkatan produksi, penguatan kesejahteraan, serta pengawasan efektif, sektor ini diharapkan terus menjadi motor penggerak ekonomi Sulawesi Tengah.













