PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat komitmen keberlanjutan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah ini mengiringi pertumbuhan pesat kawasan industri pengolahan nikel di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Selama periode Januari hingga September 2026, PT IMIP memfokuskan penyaluran bantuan sosial pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Perusahaan memprioritaskan dua sektor utama, yaitu fasilitas kesehatan masyarakat dan pendidikan.
Sektor Kesehatan
Pada sektor kesehatan, PT IMIP mengutamakan pendekatan promotif dan preventif bagi masyarakat akar rumput. Perusahaan memperbaiki Poskesdes Padabaho, membangun Poskesdes Labota, serta mendirikan gedung Posyandu Desa Le-Le.
CSR IMIP bekerja sama dengan Klinik IMIP dan pemerintah desa untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada warga. Mereka menggelar pemeriksaan klinis, tes laboratorium dasar, penyuluhan penyakit tidak menular, dan senam kebugaran gratis secara rutin di Desa Bahomakmur, Fatufia, dan Labota.
“Tim CSR IMIP mencatat 500 kunjungan warga dengan tingkat kepuasan publik mencapai 89,39%,” ujar Laurencia Kirana Larasati, Strategy and Implementation Deputy Department Head CSR PT IMIP, Rabu (23/9/2026).
Selain itu, CSR IMIP menggandeng PMI Kabupaten Morowali, PMI Sultra, dan RSUD Morowali untuk menggelar donor darah berkala. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 1.102 kantong darah untuk memnuhi kebutuhan pasokan darah di Kabupaten Morowali.
Sektor Pendidikan
Di sektor pendidikan, PT IMIP menerapkan strategi holistik. Perusahaan merekrut 66 guru berkualitas untuk mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di Bahodopi. Guru-guru ini mengajar di jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Rumah Literasi IMIP.
PT IMIP juga terus mengasah kompetensi para pengajar. Perusahaan menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi 145 guru serta pelatihan kepemimpinan digital bagi 58 kepala sekolah se-Kecamatan Bahodopi.
Untuk mempercepat digitalisasi sekolah, CSR IMIP menyerahkan 12 unit komputer, proyektor, layar, dan printer ke sekolah dasar serta unit literasi desa. Perusahaan juga membagikan 569 set meubelair ke delapan sekolah binaan.
Dari sisi fisik, IMIP menyelesaikan pembangunan tujuh ruang kelas baru dan talud pengaman sekolah. Perusahaan juga menyerahkan 22 alat laboratorium kimia modern dan 40 bahan kimia ke Politeknik Industri Logam Morowali untuk menunjang riset mahasiswa.
“Peningkatan sarana fisik mengimbangi pertumbuhan jumlah peserta didik sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan warga,” kata Laurencia.
Selain pendidikan formal, IMIP mengelola Rumah Literasi di Desa Bahomakmur, Labota, dan Mbokita, serta Balai Pasraman Bahomakmur. Di sana, tim CSR aktif menggelar Kelas Inspiratif serta pendidikan karakter.
“IMIP juga menyalurkan Program Beasiswa IMIP Bersinergi untuk mendampingi 65 mahasiswa sarjana asal Bahodopi di berbagai perguruan tinggi,” pungkas Laurencia.
Melalui seluruh inisiatif ini, PT IMIP memastikan pertumbuhan kawasan industri berjalan seiring dengan peningkatan mutu hidup masyarakat sekitar.













