DEWAN Gubernur Bank Indonesia menilai prospek perekonomian global masih gelap.
Gubernur BI Destry Damayanti menyebut, ketidakpastian ekonomi dunia tetap tinggi akibat konflik bersenjata yang tak kunjung mereda.
“Kami menilai prospek global belum kuat. Ketidakpastian pasar keuangan juga masih tinggi,” kata Destry dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Destry menjelaskan, peperangan mendorong lonjakan harga komoditas utama dunia, terutama minyak bumi.
“Eskalasi konflik di Timur Tengah sempat melonjakkan harga minyak hingga 132 dolar AS per barel. Angka itu kemudian turun ke bawah 100 dolar AS per barel,” tandasnya.













