OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah menutup Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kota Palu, Minggu (25/10/2026) malam. Acara ini memberikan apresiasi kepada pemangku kepentingan yang mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan daerah.
Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, menegaskan bahwa BIK bukan sekadar agenda seremonial semata. Program terintegrasi ini bertujuan memperluas akses keuangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ujung dari program ini adalah kemakmuran masyarakat. Kami merangkul semua pihak untuk memperluas akses dan pemahaman produk keuangan,” ujarnya.
Rangkaian BIK 2026 telah berlangsung sejak September lalu di Kabupaten Banggai. Pelbagai kegiatan menarik mewarnai program ini, seperti edukasi pelajar, talkshow, kompetisi cerdas cermat, BIK Idol, hingga FKIJK Run.
Selain itu, OJK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulteng menggelar Fin Expo dan UMKM Summit. Forum ini mempertemukan pelaku usaha dengan industri keuangan untuk mempermudah akses permodalan.
Pada malam puncak acara, OJK Sulteng menyerahkan penghargaan kepada industri jasa keuangan dan media massa. Penghargaan tersebut terbagi dalam enam kategori utama:
- IJK Teraktif dalam Pelaksanaan Literasi Keuangan
- IJK Teraktif dalam Pelaksanaan Inklusi Keuangan
- IJK Teraktif dalam Kolaborasi Bersama Pemerintah Daerah
- Bank Pelaksana Program Kejar Terbaik
- Bank Teraktif Pelaksana Bank Goes to School (BGTS)
- Media Massa Teraktif Publikasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan
Bonny mengapresiasi dukungan penuh pemerintah daerah, pelaku industri, dan insan pers. Ia menegaskan bahwa penguatan inklusi keuangan merupakan tugas bersama demi mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.













