Ekonomi

Besi dan Baja Masih Jadi Andalan, Ekspor Sulteng Capai US$1,68 Miliar

×

Besi dan Baja Masih Jadi Andalan, Ekspor Sulteng Capai US$1,68 Miliar

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (1/10/2024). Foto: Ardi/Eranesia.id

BADAN Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah melaporkan penurunan nilai ekspor dan impor provinsi itu pada Agustus 2024. 

Kepala BPS Sulteng, Simon Sapary, mengungkapkan rincian kinerja perdagangan luar negeri.

Di mana, ekspor Sulteng mencapai US$1.689,65 juta pada Agustus 2024, turun 5,45 persen atau US$97,46 juta dibandingkan bulan sebelumnya di tahun yang sama.

Menurutunya, penurunan ini dikaitkan dengan fluktuasi pasar global yang memengaruhi nilai beberapa komoditas utama.

“Besi dan baja masih menjadi andalan ekspor dari Sulteng, berkontribusi US$1.045,13 juta atau 61,85 persen dari total ekspor,” terang Simon dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id di Palu, Selasa (1/20/2024).

Pelabuhan Bahodopi di Kabupaten Morowali menjadi pintu utama ekspor, mencatat nilai US$1.189,24 juta atau 70,38 persen dari total.

Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor utama dengan nilai US$555,32 juta, mewakili 32,87 persen dari total nilai ekspor Sulteng.

Sementara itu, impor Sulteng juga mengalami penurunan lebih besar. Total nilai impor mencapai US$894,65 juta, turun 15,21 persen atau US$160,49 juta dibanding bulan sebelumnya. 

“Bahan bakar mineral mendominasi impor dengan nilai US$235,17 juta atau 28,34 persen dari total,” ungkap Simon. 

Selain itu, Tiongkok juga menjadi negara asal impor terbesar, menyumbang US$362,45 juta atau 40,51 persen dari total impor. 

Pelabuhan Morowali berperan penting dalam aktivitas impor, mencatat kontribusi US$3.132,74 juta atau 96,47 persen dari total impor Agustus.

Simon menjelaskan, secara kumulatif, ekspor Sulteng dari Januari hingga Agustus 2024 mencapai US$13.771,77 juta. 

Dari jumlah tersebut, US$13.689,29 juta berasal dari provinsi ini sendiri, menunjukkan peran signifikan Sulteng dalam perdagangan internasional Indonesia, terutama di sektor besi, baja, dan bahan bakar mineral.

“Meskipun mengalami penurunan pada Agustus, data ini menegaskan posisi Sulteng sebagai kontributor penting dalam aktivitas ekspor-impor nasional,” tandasnya. GRA/KEI