PELAYANAN keimigrasian Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Kabupaten Tanggerang, Banten, kembali mencetak prestasi gemilang.
Skytrax, lembaga pemeringkat independen berbasis di London, menempatkan Imigrasi Soekarno-Hatta di peringkat ke-10 dunia dalam daftar “World’s Best Airport Immigration Services 2025”.
Imigrasi Soekarno-Hatta menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam daftar bergengsi tersebut.
Direktorat Jenderal Imigrasi menunjukkan transformasi dan inovasi nyata dalam meningkatkan pelayanan publik di pintu gerbang internasional Tanah Air.
Skytrax menilai pelayanan imigrasi dari pelbagai aspek penting, mulai dari kelancaran proses kedatangan dan keberangkatan, sistem antrean, efisiensi autogate, hingga sikap ramah dan profesional petugas.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam sejarah Imigrasi Indonesia.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk petugas Imigrasi Soekarno-Hatta yang tetap siaga bahkan saat libur panjang. Tugas mereka tidak mudah, tapi penuh dedikasi. Hasilnya kini membanggakan seluruh bangsa,” ujar Agus dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (12/4/2025).
Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam, menekankan pentingnya digitalisasi layanan sebagai kunci utama peningkatan kualitas.
Ditjen Imigrasi meluncurkan autogate berteknologi tinggi yang mampu memproses pemeriksaan hanya dalam waktu 10–15 detik per penumpang.
Autogate kini melayani WNI, WNA, bahkan anak-anak usia enam tahun ke atas. Teknologi ini terintegrasi dengan e-Visa, face recognition, sistem Interpol, dan Border Control Management (BCM).
Imigrasi telah mengoperasikan 264 unit autogate di berbagai titik utama, seperti Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Kualanamu, Juanda, dan Pelabuhan Batam Center. Jumlah tersebut terus bertambah untuk mengoptimalkan pemeriksaan imigrasi.
Rekayasa Alur Penumpang
Selain mengandalkan teknologi, Imigrasi juga mengatur alur penumpang secara strategis pada masa-masa krusial seperti libur sekolah, Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru, agar lalu lintas penumpang tetap lancar dan tertib.
Sepanjang 2024, Bandara Soekarno-Hatta mencatat lebih dari 17 juta perlintasan internasional. Sementara dalam periode 1 Januari–10 April 2025, jumlah perlintasan sudah menembus hampir 5 juta.
Agus menegaskan, prestasi ini bukan garis akhir, tetapi bagian dari komitmen panjang untuk terus memberikan layanan terbaik.
“Kami akan terus berinovasi, memperkuat sistem, dan menjaga profesionalisme demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat dan wisatawan internasional,” pungkasnya. ADV/MUH













