Nasional

Dianiaya karena Diduga Mencuri, Nenek SA Dapat Banyak Donasi

×

Dianiaya karena Diduga Mencuri, Nenek SA Dapat Banyak Donasi

Sebarkan artikel ini
Ilsutrasi seorang nenek dianiaya di pasar. Dok: Artificial intelligence

SA (67), nenek asal Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, mengalami penganiayaan di Pasar Mangu, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Warga memukulnya setelah menuduhnya mencuri bawang putih.

Setelah video kekerasan itu viral di media sosial, simpati publik mengalir. Kini, warga dari pelbagai daerah memberi banyak bantuan kepada SA.

“Alhamdulillah, bantuan datang dari Jakarta, Blitar, Mojokerto, Semarang, bahkan dari anggota DPR RI, Kapolres Boyolali, Wakil Bupati, dan lainnya,” terang H (37), anak kedua SA, di rumah mereka, Jumat (9/5/2025), dikutip dari detikJateng, Sabtu (10/5/2025).

H menyampaikan terima kasih mewakili keluarga. Ia mengaku tak menyangka perhatian masyarakat begitu besar terhadap ibunya.

“Enggak nyangka. Yang tahu kejadian ini sebenarnya hanya Tuhan. Tapi kami terharu banyak yang peduli,” ujarnya.

SA juga merasa terkejut melihat banyak orang datang langsung ke rumah untuk memberi bantuan.

“Ada yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Saya merasa campur aduk, senang tapi juga sedih. Enggak nyangka,” kata SA dalam bahasa Jawa yang sudah diterjemahkan.

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan

Video SA yang berlumuran darah saat penganiayaan di Pasar Mangu memicu penyelidikan polisi. Aparat langsung menangkap dua petugas keamanan pasar, ZA (42) dan KA (56), yang memukul SA.

Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan bahwa SA tiba di pasar sekitar pukul 05.30 WIB dan mencoba mengambil 5 kg bawang putih dari salah satu pedagang. Pedagang itu mengejar dan menangkap SA, lalu menyerahkannya ke pos keamanan pasar.

“Di pos itu, dua petugas keamanan memukuli ibu ini. Mereka mengaku kesal karena pasar sering kehilangan barang dan menuduh ibu ini pelakunya,” jelas Kapolres.

Setiap hari, SA berkeliling menjual sayur dan gorengan untuk menghidupi diri.

“Kasus ini mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk netizen. Kami akan terus memproses hukum pelaku penganiayaan,” tegas Kapolres Rosyid. MUH