PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas jagung segera berjalan. Target pelaksanaan dimulai pada pekan ketiga September 2025.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyebut SPHP menyasar jagung pakan dengan volume 52.400 ton dan plafon anggaran Rp78,6 miliar.
“Program ini sudah disetujui dalam rakortas. Jagung pakan sebanyak 52.400 ton siap disalurkan dengan nilai Rp78,6 miliar,” terangnya dikutip dari Kompas.com, Minggu (7/9/2025).
Arief memastikan peternak ayam petelur bisa mendapatkan jagung pakan dengan harga lebih murah, yakni Rp5.500 per kilogram. Penyaluran akan dilakukan Perum Bulog.
Langkah ini diambil untuk meredam harga jagung yang saat ini menembus Rp6.599 per kilogram. Angka tersebut naik 13,78 persen dibanding harga acuan penjualan (HAP) Rp5.800 per kilogram, serta lebih tinggi dari bulan lalu yang masih Rp6.457 per kilogram.
“Dalam waktu dekat program ini bisa dieksekusi. Peternak layer se-Indonesia akan mendapatkan jagung Rp5.500 per kilo,” ungkapnya.
Bapanas kini menunggu daftar penerima dari Kementerian Pertanian, khususnya Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). Setelah data diterima, distribusi SPHP langsung digulirkan.
Stok cadangan jagung pemerintah (CJP) yang dikelola Bulog saat ini mencapai 64.000 ton, mayoritas dari panen dalam negeri.
Jumlah tersebut dinilai cukup kuat menopang program. Dalam proyeksi neraca 2025, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen diperkirakan 16,68 juta ton, naik dari capaian 2024 sebesar 15,14 juta ton.
Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan













