Nasional

Presiden Target Bangun 7.000 Sekolah Terintegrasi di Setiap Kecamatan

×

Presiden Target Bangun 7.000 Sekolah Terintegrasi di Setiap Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto: HO/Eranesia.id

PRESIDEN RI, Prabowo Subianto berencana membangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan di Indonesia. 

Sekolah itu, diharapkan memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung pengembangan siswa di semua jenjang.

“Kita bangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan. Berarti kita harus membangun sekitar 7.000 sekolah,” terang Prabowo disadur dari Detikcom, Selasa (21/10/2025). 

Ia menjelaskan, selama ini jenjang pendidikan dasar hingga menengah masih terpisah dan kurang efisien. Ia menilai, sebagian sekolah dasar kini mulai kekurangan murid karena angka kelahiran menurun.

“Sekarang SD, SMP, dan SMA/SMK terpisah. Padahal banyak SD yang sudah kosong. Karena itu, perlu kita konsolidasikan,” katanya.

Melalui sekolah terintegrasi, pemerintah ingin memastikan setiap kecamatan memiliki satu sekolah dengan fasilitas lengkap. 

“Setiap sekolah harus punya laboratorium yang baik laboratorium matematika, kimia, biologi, dan bahasa,” ungkap Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi pelajar Indonesia. 

Prabowo mencontohkan, tenaga kerja asal Filipina yang mudah diterima di luar negeri karena kemampuan bahasa Inggris mereka.

“Orang Filipina banyak diterima di Eropa karena bisa bahasa Inggris. Di sana setiap tahun butuh jutaan pekerja di hotel, kafe, dan restoran,” ucapnya.

Prabowo meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, serta kementerian lain, segera menyusun rencana pelaksanaan program ini. 

Ia menargetkan, sekolah-sekolah terintegrasi sudah mulai berdiri pada 2026. “Susun dan mulai kerja. Saya ingin tahun depan sudah ada sekolah-sekolah terintegrasi,” tegasnya.

Prabowo menambahkan, pemerintah akan tetap mempertahankan sistem pendidikan berjenjang. 

“Ada sekolah rakyat untuk masyarakat bawah, sekolah terintegrasi di setiap kecamatan, dan sekolah unggulan bagi siswa berprestasi,” pungkasnya. 

Sumber : Detikcom | Editor : Muh Taufan