Nasional

Komitmen Transparansi, Jasa Raharja Dorong Penerapan GCG Lebih Ketat

×

Komitmen Transparansi, Jasa Raharja Dorong Penerapan GCG Lebih Ketat

Sebarkan artikel ini
PT Jasa Raharja memperkuat komitmen penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko melalui kegiatan Pembinaan Kantor Wilayah serta Site Visit Assessment GCG di Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Dok: Humas PT Jasa Raharja/Eranesia.id

PT Jasa Raharja terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko. Perusahaan melakukan langkah nyata melalui Pembinaan Kantor Wilayah dan Site Visit Assessment GCG di Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan pada Senin, 10 November 2026 itu dipimpin Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Harwan Muldidarmawan, bersama Mas Achmad Daniri, Ahli Tata Kelola Perusahaan.

Agenda tersebut memperkuat sinergi antara kantor pusat dan wilayah. Keduanya mendorong tumbuhnya budaya kepatuhan, integritas, dan akuntabilitas di seluruh lini perusahaan.

Harwan menegaskan bahwa penerapan GCG menjadi fondasi utama untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.

Budaya kepatuhan harus tumbuh dari kesadaran bersama, bukan karena tuntutan regulasi. Kepatuhan dan integritas harus hidup dalam setiap proses bisnis agar kepercayaan publik terhadap Jasa Raharja semakin kuat,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Kamis (20/11/2025).

Sebagai pelaksana program DPWKP dan SWDKLLJ, Jasa Raharja memikul tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan publik yang cepat, adil, dan transparan.

Perusahaan memastikan seluruh proses bisnis mengikuti prinsip GCG: transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.

Pada site visit assessment GCG di Kanwil NTT, tim Direktorat Kepatuhan dan Manajemen Risiko mengevaluasi langsung penerapan tata kelola. Mereka menilai keselarasan kebijakan dan praktik di lapangan.

Hasil asesmen memberi gambaran objektif mengenai tingkat kepatuhan dan membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

“Selain menilai kepatuhan, kami juga meneguhkan komitmen untuk terus memperbaiki diri. Evaluasi ini menjadi dasar transformasi manajemen risiko yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ungkap Harwan.

Mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023, Jasa Raharja terus mempertahankan dan meningkatkan skor GCG yang selama ini berada pada kategori “Sangat Baik”.

Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjalankan proses operasional secara transparan dan berintegritas.

Kegiatan di Kupang juga memperkuat koordinasi antara kantor pusat dan wilayah. Kedua pihak menyamakan persepsi untuk memastikan penerapan manajemen risiko yang konsisten dan terukur.

Dengan budaya kepatuhan yang kuat dan tata kelola yang sehat, Jasa Raharja menegaskan tekadnya menjadi perusahaan yang adaptif, tangguh, dan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memberi kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara.

Advertorial | Editor : Muh Taufan