KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat total sampah di laut Indonesia mencapai 20 juta ton per tahun, dengan 16 juta ton berasal dari aktivitas di daratan.
Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris, menjelaskan empat sumber utama sampah darat yang masuk ke laut.
Pertama, sampah dari kawasan pelabuhan. Kedua, sampah dari sungai. Ketiga, sampah dari kawasan pesisir. Keempat, sampah dari pulau kecil berpenduduk.
“Jadi saat ini, sekitar 20 juta ton sampah masuk ke laut setiap tahun, dan 16 juta ton berasal dari aktivitas di darat,” ungkap Ahmad dikutip dari Detik.com, Jumat (5/12/2025).
Sementara aktivitas di laut menyumbang 4 juta ton sampah, berasal dari kapal yang berlayar, wisatawan, serta kiriman dari negara lain.
“Empat juta ton sampah itu berasal dari laut sendiri dan kiriman luar negeri,” ujarnya.
KKP menargetkan mengurangi sampah laut hingga 50% pada 2029. Salah satu langkah yang sudah dilakukan ialah program Sebar Sampah Bersih (Sebasah) dan pemasangan barrier sampah di sejumlah sungai yang menjadi jalur utama masuknya sampah ke laut.
“Beberapa provinsi sudah bekerja sama, misalnya DKI Jakarta, hampir semua sungai dipasang barrier sehingga sampah tidak lagi masuk ke laut. Begitu juga Bali, secara bertahap,” tandas Ahmad.
Selain itu, KKP telah berkoordinasi dengan Ditjen Perikanan Tangkap untuk memastikan aktivitas di pelabuhan perikanan tidak menambah tekanan sampah laut.
Untuk sampah kiriman dari luar negeri, KKP menempuh penyelesaian melalui forum lintas negara.
Sumber : Detik.com | Editor : Muh Taufan













