PERSOALAN kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) kembali menjadi sorotan nasional pada 2025. Dampak ODOL meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Sebagai dukungan penanganan ODOL di Jawa Timur, Jasa Raharja menghadiri Kegiatan Sosialisasi dan Normalisasi Kendaraan ODOL Tahun 2025.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur menggelar kegiatan ini. Acara berlangsung di Gedung Tani Puspo Agro, Sidoarjo, Jumat (19/12/2025).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan tersebut.
Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan juga hadir.
Sejumlah pemangku kepentingan transportasi darat turut serta. Mereka meliputi Jasa Raharja, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Asosiasi Karoseri Indonesia, dan organisasi angkutan darat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju Indonesia Zero ODOL 2027.
“Target utamanya adalah Indonesia Zero ODOL pada 2027. Program ini bertujuan mewujudkan transportasi yang berkeselamatan dan berkeadilan. Program ini juga memperkuat sistem logistik nasional,” ujarnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung program Zero ODOL.
Menurut Khofifah, normalisasi ODOL meningkatkan keselamatan masyarakat. Kebijakan ini juga memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi kerusakan jalan.
Ia menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan pelaku usaha dan karoseri. Kolaborasi ini menjaga efisiensi dan produktivitas.
Pada kesempatan tersebut, Plt Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menerima sertifikat penghargaan dari Menteri Perhubungan. Penghargaan ini mengapresiasi dukungan Jasa Raharja dalam penanganan ODOL.
Kementerian Perhubungan juga memberikan penghargaan kepada Korlantas Polri, Gubernur Jawa Timur, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Dewi menegaskan bahwa penanganan kendaraan ODOL meningkatkan keselamatan berkendara.
“Kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan menimbulkan risiko serius bagi pengguna jalan. Jasa Raharja mendukung penuh normalisasi ODOL. Langkah ini membangun sistem transportasi yang lebih aman,” katanya.
Dewi menambahkan, bahwa Jasa Raharja terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Perusahaan melakukan langkah ini untuk mengoptimalkan perlindungan kepada masyarakat.
“Upaya tersebut mencakup pencegahan hingga penanganan kecelakaan lalu lintas,” tutupnya.
Melalui dukungan ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam mendorong keselamatan berkendara. Perusahaan juga memperkuat upaya mewujudkan transportasi darat yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Advertorial | Editor : Muh Taufan













