PETUGAS Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menyiapkan skema pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air mulai 1 Juni 2026. Persiapan ini dilakukan seiring hampir selesainya fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Irjen Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Dendi Suryadi menjelaskan, proses pemulangan jemaah mengacu pada urutan jadwal keberangkatan kelompok terbang (kloter) dari Indonesia. Kloter yang tiba lebih awal di Arab Saudi akan lebih dulu kembali ke Tanah Air.
“Kloter pertama dari Tanah Air berangkat tanggal 22 April 2026. Mereka idealnya menjadi rombongan pertama yang pulang pada 1 Juni,” kata Dendi dikutip dari Mediaindonesia.com, Senin (1/6/2026).
Dendi menegaskan, jadwal tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun seluruh skema logistik. PPIH menyiapkan slot penerbangan, mengatur pergerakan armada bus menuju bandara, dan memastikan kesiapan hotel transit.
Meski demikian, Dendi mengakui perubahan jadwal tetap mungkin terjadi. Namun, ia memperkirakan perubahan itu tidak akan melebihi 20 persen dari rencana awal.
“Dari jadwal itu, kloter mulai menyiapkan diri. Jemaah yang belum tawaf wada maupun jemaah sakit di rumah sakit juga menyesuaikan,” ujarnya.
Dendi mengimbau jemaah segera merapikan barang bawaan dan memastikan bobot koper sesuai batas yang ditetapkan maskapai penerbangan.
“Koper tidak boleh berlebihan. Packing harus rapi agar tidak perlu dibongkar kembali,” ungkapnya.
Ia juga meminta jemaah mematuhi larangan membawa air zamzam dalam bagasi agar proses pemeriksaan dan boarding di bandara berjalan lancar.
Di tengah persiapan pemulangan, PPIH tetap fokus melayani jemaah yang memilih nafar tsani. Mereka akan kembali ke hotel di Mekah setelah menyelesaikan prosesi lontar jumrah di Mina.
Secara umum, Dendi menilai, operasional haji tahun ini berjalan cukup baik meski masih muncul sejumlah kendala kecil di lapangan. PPIH akan menjadikan seluruh temuan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan pada musim haji mendatang.
“Akan selalu ada kekurangan. Yang terpenting, kami mengevaluasi semuanya untuk perbaikan ke depan,” tandasnya.
Berdasarkan data teknis, jemaah haji gelombang pertama akan pulang melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada 1–15 Juni 2026. Sementara itu, gelombang kedua akan kembali melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada 7–30 Juni 2026.













