KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menilai peningkatan kualitas instruktur dalam pendidikan vokasi sebagai langkah pemerintah untuk menjawab tuntutan industri.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek, Nahdiana, menyatakan peningkatan kompetensi instruktur berkualitas akan memastikan peserta didik sesuai dengan tuntutan usaha dan industri.
“Kapasitas instruktur berperan strategis dalam memajukan sektor pembelajaran informal,” ungkapnya saat membuka Training of Trainers on French Cooking for Vocational Culinary Teaching di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar), Bojongsari, Depok, Senin (7/10/2024) lalu.
Menurutnya, pemerintah bekerja sama dengan Prancis dalam pelatihan ini karena kuliner Prancis menjadi salah satu yang paling diminati di industri tata boga global.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Ini kesempatan besar untuk melatih para instruktur agar dapat menyebarkan ilmu kepada peserta didik,” ujar Nahdiana.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Saryadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan ilmu tentang kuliner Prancis kepada peserta Indonesia, tetapi juga memberi peluang bagi tenaga ajar Prancis untuk mempelajari kuliner Indonesia dan berbagi pengetahuan.
“Tenaga ajar yang mempelajari kuliner Indonesia juga dapat berbagi pengetahuan tentangnya di Prancis. Pertukaran budaya ini bisa menciptakan inovasi baru di dunia kuliner,” katanya.
Saryadi menegaskan, kegiatan ini menunjukkan komitmen antarnegara dalam meningkatkan pendidikan vokasi sebagai upaya memperkuat ekonomi.
Ia juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini mengimplementasikan Peraturan Presiden (Perpres) No. 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, yang bertujuan meningkatkan akses, mutu, dan relevansi pendidikan vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menambahkan kegiatan ini menjadi bagian dari Pekan Gastronomi Prancis, yang berlangsung pada 1-13 Oktober 2024.
“Harapannya, peserta dapat menyebarkan ilmu ini ke institusi masing-masing, bermanfaat bagi siswa yang ingin berkarier di industri tata boga atau memulai bisnis di bidang ini,” pungkas Fabien Penone. CAE













