ANGGOTA Komisi IV DPR RI, Ellen Esther Pelealu, menegaskan komitmennya mendorong kesejahteraan penyuluh kehutanan di Sulawesi Tengah. Ia juga fokus meningkatkan kompetensi dan fasilitas pendukung bagi para penyuluh.
Dalam diskusi penyuluh kehutanan di Kota Palu, politisi Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa penyuluh menghadapi tantangan berat. Mereka harus bekerja di lapangan di bawah terik matahari dan menangani beberapa desa sekaligus.
Karena itu, Ellen meminta pemerintah memberi perhatian lebih. Dukungan itu mencakup tunjangan, seragam, buku harian, dan fasilitas operasional lainnya.
“Dengan efisiensi anggaran, peningkatan memang belum besar. Namun kami tetap memperjuangkan agar kesejahteraan penyuluh terus meningkat,” tegas Ellen, Rabu (8/10/2025).
Ia menjelaskan, Kementerian Kehutanan mendapat tambahan anggaran sekitar 21 persen untuk tahun 2026. Dana ini menjadi dasar memperjuangkan kepentingan penyuluh, baik di Sulteng maupun secara nasional.
DPR juga terus mengawasi masalah hutan dan lahan kritis yang meningkat di Sulteng. Ellen menilai, peran penyuluh sangat penting dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan.
“Langkah ini bagian dari upaya pemerintah dan DPR meningkatkan profesionalisme penyuluh serta memperkuat pengelolaan sumber daya hutan di Indonesia,” ujar Ellen, legislator dari Dapil Sulteng itu.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penyuluhan Kehutanan Kemenhut, Wahju Rudianto, menjelaskan jumlah penyuluh kehutanan di Indonesia mencapai 10.227 orang. Terdiri atas 2.660 PNS, 655 pegawai P3K, 6.029 penyuluh swadaya, dan 883 penyuluh swasta.
Di Sulawesi Tengah terdapat 226 penyuluh yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Wahju menyoroti minimnya dukungan operasional bagi penyuluh. Tahun ini, bantuan biaya operasional hanya Rp320 ribu hingga Rp480 ribu per bulan, tergantung wilayah. Pembayarannya pun baru terealisasi selama tujuh bulan karena efisiensi anggaran.
“Kami terus memperjuangkan peningkatan dukungan agar penyuluh bisa lebih optimal memberdayakan kelompok tani hutan,” kata Wahju dalam diskusi penyuluhan kehutanan di Palu, Senin (6/10/2025).
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













