PRESIDEN RI, Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa, termasuk Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad HM Ali menyambut baik langkah Presiden tersebut. Ia menilai, para tokoh penerima gelar memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan layak mendapat penghormatan.
“PSI mengucapkan selamat kepada semua tokoh yang menerima gelar Pahlawan Nasional. Kami melihat ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam membangun bangsa,” ujar Ahmad Ali, dikutip dari Detik.com, Rabu (12/11/2025).
Politikus asal Sulawesi Tengah itu menegaskan, PSI memilih untuk melihat sisi positif dari setiap tokoh tanpa terjebak pada kontroversi masa lalu.
“Tidak ada manusia yang sempurna. Kami memilih melihat kebaikan dan jasa mereka, karena kekurangan adalah bagian dari manusia, dan kesempurnaan hanya milik Allah,” kata Ahmad Ali.
Ia juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang memberi penghormatan kepada para tokoh tersebut.
“Dari sekian tokoh yang menerima gelar pahlawan, mereka semua putra-putri terbaik bangsa. Kesalahan dan kekurangan adalah hal manusiawi, tapi jasa mereka bagi negara tetap abadi,” tandasnya.
Berikut daftar 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025:
- K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur, bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam.
- Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – Jawa Tengah, bidang perjuangan bersenjata dan politik.
- Marsinah – Jawa Timur, bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan.
- Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat, bidang hukum dan politik.
- Hj. Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat, bidang pendidikan Islam.
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah, bidang perjuangan bersenjata.
- Sultan Muhammad Salahuddin – NTB, bidang pendidikan dan diplomasi.
- Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur, bidang pendidikan Islam.
- Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara, bidang perjuangan bersenjata.
- Zainal Abidin Syah – Maluku Utara, bidang politik dan diplomasi.
Sumber : Detik.com | Editor : Muh Taufan













