PERMASALAHAN drainase, sedimentasi saluran, hingga krisis air bersih menjadi aspirasi utama yang mengemuka dalam reses Anggota DPRD Kota Palu, Nancy Fischer.
Serapan aspirasi ini berlangsung di Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Jumat (6/11/2026).
Reses Caturwulan III Masa Persidangan Tahun 2026 ini menjadi momentum perdana bagi legislator Dapil Palu Timur–Mantikulore tersebut setelah resmi menjabat melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).
“Ini reses pertama saya sebagai anggota DPRD Kota Palu. Saya berterima kasih atas antusiasme warga yang hadir dan menyampaikan aspirasinya. Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab yang akan saya perjuangkan,” ujar Nancy.
Dalam tatap muka tersebut, warga mendesak Pemerintah Kota Palu segera membenahi infrastruktur dasar yang buruk akibat berdampak langsung pada aktivitas harian mereka.
Nancy mengungkapkan, kondisi drainase yang dangkal dan sedimentasi parah menjadi keluhan paling dominan di hampir seluruh titik reses yang ia jalani. Masalah ini memicu genangan air saat hujan turun.
Selain drainase, warga permukiman nelayan mengusulkan pembangunan sumur suntik. Pasalnya, selama ini pasokan air bersih ke lokasi tersebut sangat terbatas dengan debit yang kecil.
Nancy menegaskan telah meninjau langsung permukiman nelayan itu sebelum resmi dilantik. Ia berkomitmen mengawal usulan tersebut ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Palu agar memperoleh penanganan prioritas.
“Saya sudah melihat langsung lokasinya beberapa bulan lalu. Sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan, sehingga kebutuhan air bersih sangat mendesak,” ungkapnya.
Nancy juga mengapresiasi kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Sosial, dalam kegiatan reses tersebut. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan mempercepat eksekusi solusi bagi warga Tanamodindi.













