PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 2, Anwar Hafid dan Reny Lamadjido menegaskan kapasitas mereka sebagai ahli dalam pemerintahan. Dengan rekam jejak panjang di bidang birokrasi, keduanya siap memimpin provinsi itu menuju perubahan lebih baik.
Anwar memulai karirnya sebagai kepala desa, camat, hingga menjabat sebagai Bupati Morowali dua periode. Ketua DPD Partai Demokrat menyatakan, bahwa ia dan Reny memiliki pengalaman mendalam di dunia pemerintahan.
“Kami berdua birokrat asli, dari level bawah. Tidak ada yang perlu dipertanyakan, kami paham pemerintahan dan kesehatan,” ujar Anwar di Palu, Rabu (25/9/2024).
Reny, yang merupakan dokter spesialis, juga memiliki latar belakang birokrasi kuat. Ia telah menjalani peran sebagai kepala puskesmas, direktur rumah sakit, hingga Kepala Dinas Kesehatan Sulteng.
“Reny adalah sosok berpengalaman dalam sektor kesehatan,” tegas Anwar.
Ia menyebutkan, kemenangan politik mereka selalu didasarkan pada kepercayaan dan penghormatan masyarakat, bukan kekuatan finansial.
Anwar mencontohkan Pilkada Morowali sebelumnya, ketika mereka meraih 62 ribu suara tanpa menggunakan uang besar.
“Sulteng butuh pemimpin yang memahami harga diri rakyatnya, dan kami yakin, dengan pengalaman serta integritas, kami bisa membawa perubahan positif bagi daerah ini,” tandasnya.
Pasangan dengan slogan BERANI (Bersama Anwar-Reny) optimistis dapat membawa Sulteng ke arah yang lebih baik dengan memprioritaskan moralitas, integritas, dan profesionalisme dalam kepemimpinan. ADV/KEI













