PENJABAT Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah provinsi itu.
Hingga akhir 2024, delapan rumah sakit di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Sulsel mencatat kemajuan signifikan dalam pelayanan kesehatan.
Delapan rumah sakit tersebut meliputi:
- RSUD Labuang Baji
- RSUD Haji Makassar
- RSUD Sayang Rakyat
- RSKD Dadi
- RSKD Gigi Mulut
- RSKD Ibu dan Anak Fatima
- RSKD Ibu dan Anak Pertiwi
- RSUD La Mappapenning, Kabupaten Bone
Langkah-langkah strategis memastikan layanan kesehatan menjadi aman, nyaman, dan efisien. Fasilitas rawat inap di rumah sakit ini menawarkan pelbagai kelas sesuai kebutuhan pasien. Tenaga medis berpengalaman memberikan pelayanan selama 24 jam.
Sistem pendaftaran online meningkatkan layanan rawat jalan. Pasien dapat menjadwalkan konsultasi dengan lebih mudah dan meminimalkan waktu tunggu.
Rumah sakit ini menyediakan layanan multidisiplin melalui pelbagai poli spesialis, seperti kardiologi, penyakit dalam, dan pediatri. Pemeriksaan laboratorium dan radiologi berlangsung cepat, sehingga pasien dapat menerima hasil di hari yang sama.
Transformasi Digital dan Telekonsultasi
Pemprov Sulsel memprioritaskan transformasi digital melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk menyimpan data pasien dengan aman. Layanan telekonsultasi memudahkan masyarakat yang memerlukan konsultasi tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.
Peningkatan kualitas layanan berdampak signifikan pada jumlah kunjungan masyarakat. Selama periode Januari hingga 27 Desember 2024, delapan rumah sakit tersebut melayani 45.513 pasien rawat inap dan 236.111 pasien rawat jalan.
Rincian jumlah pasien rawat inap:
- RSUD Labuang Baji: 10.238 pasien
- RSUD Haji: 11.355 pasien
- RSKD Ibu dan Anak Fatima: 5.538 pasien
- RSKD Ibu dan Anak Pertiwi: 3.516 pasien
- RSKD Gigi Mulut: 253 pasien
- RSUD Sayang Rakyat: 4.126 pasien
- RSKD Dadi: 6.878 pasien
- RSUD La Mappapenning: 3.609 pasien
Rincian kunjungan rawat jalan:
- RSUD Labuang Baji: 62.899 kunjungan
- RSUD Haji: 27.338 kunjungan
- RSKD Ibu dan Anak Fatima: 3.211 kunjungan
- RSKD Ibu dan Anak Pertiwi: 6.512 kunjungan
- RSKD Gigi Mulut: 54.208 kunjungan
- RSUD Sayang Rakyat: 30.864 kunjungan
- RSKD Dadi: 35.795 kunjungan
- RSUD La Mappapenning: 15.284 kunjungan
Pengamat layanan publik, Arief Wicaksono, memuji peningkatan layanan di rumah sakit milik Pemprov Sulsel.
“Indikator ini menunjukkan rumah sakit pemerintah provinsi semakin baik dalam pelayanannya. Keberhasilan ini menjadi momentum untuk terus melakukan perbaikan,” ujar Arief.
Arief menambahkan bahwa layanan rumah sakit pemerintah yang bekerja sama dengan BPJS kini semakin diminati masyarakat, bahkan mampu bersaing dengan rumah sakit swasta.
Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi pencapaian tersebut.
“Kami berkomitmen memastikan masyarakat Sulawesi Selatan memiliki akses ke layanan kesehatan terbaik tanpa terkendala jarak atau fasilitas,” tegasnya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Sabtu (28/12/2024).
Langkah strategis Pemprov Sulsel terus memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Peningkatan layanan kesehatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Sulsel sebagai provinsi yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga memiliki kualitas hidup masyarakat yang semakin baik. ICC/MUH













