TIM SAR gabungan menemukan Andika Lakoro (32), warga Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, dalam kondisi meninggal dunia setelah buaya menerkamnya di Desa Bunta, Kecamatan Petasia.
Pencarian hari kedua dimulai pada Jumat (7/2/2025) pukul 07.00 WITA. Tim SAR menggelar briefing sebelum melanjutkan operasi sesuai rencana pencarian hari kedua (Renops H2).
Mereka menggunakan drone thermal dan menyisir sungai serta rawa dengan berjalan kaki. Radius pencarian mencapai 4 km.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu, Muh Rizal, mengatakan tim menemukan korban pada pukul 13.05 WITA, sekitar 150 meter ke arah selatan dari lokasi kejadian.
“Tim SAR langsung mengevakuasi korban ke RSUD Kolendale menggunakan ambulans desa dan menyerahkannya kepada pihak keluarga pada pukul 13.15 WITA,” ujar Rizal di Palu.
Operasi pencarian melibatkan lima personel Pos SAR Morowali, lima personel BPBD Morowali Utara, empat personel PMI Morowali Utara, serta Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat, dan warga.
Tim membawa berbagai peralatan, seperti satu unit rescue car double cabin, satu unit LCR (perahu karet), satu unit drone thermal, satu unit GPS, satu set peralatan komunikasi, satu set peralatan medis, dan APD personal.
“Operasi pencarian berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai dan rawa yang menjadi habitat buaya,” tegas Rizal.
Sebelumnya, buaya menerkam korban di tepian rawa Desa Bunta pada Kamis (5/2/2025) sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu, korban sedang mencari besi tua bersama rekannya dan hendak mencuci tangan di tepi rawa. Buaya tiba-tiba menyerang dan menyeretnya ke dalam air.
Rekan korban berusaha menariknya, tetapi gagal. Korban hilang semalaman sebelum akhirnya tim SAR menemukannya dalam kondisi tidak bernyawa. TAU/MUH













