PENUTUPAN satu dekade Kampung Baru Fair 2025 berlangsung meriah di kawasan Tugu Mandura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (8/4/2025).
Plt Asisten Bidang Administrasi Perekonomian Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, menilai Kampung Baru Fair bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang ekspresi dan perayaan identitas warga khususnya Kelurahan Baru.
“Ini adalah panggung kebanggaan masyarakat. Tempat lahirnya semangat, kreativitas, dan solidaritas antarwarga,” terangnya membacakan sambutan tertulis Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.
Selama tiga hari pelaksanaan, sejak 6 hingga 8 April 2025, warga tumpah ruah menikmati pelbagai pertunjukan seni, pameran UMKM, sajian kuliner khas, dan aneka hiburan budaya yang mencerminkan kekayaan lokal.
Tahun ini terasa istimewa, karena menjadi penanda 10 tahun perjalanan Kampung Baru Fair, sebuah dekade penuh dedikasi, inovasi, dan kolaborasi warga.
“Atas nama pemerintah kota, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia, sponsor, pelaku UMKM, seniman, budayawan, dan seluruh masyarakat Kampung Baru yang menjaga semangat acara ini selama satu dekade,” ungkap Rahmat.
Ia menekankan, kekuatan sebuah komunitas terletak pada solidaritas, inovasi, dan semangat gotong royong.
Selain itu, nilai-nilai yang sejalan dengan visi Palu sebagai kota yang mantap berkelanjutan: akseleratif, inovatif, dan kolaboratif.
Ke depan, pemerintah berharap Kampung Baru Fair berkembang menjadi agenda kebanggaan tak hanya warga Kelurahan Baru, tapi juga seluruh masyarakat Palu, bahkan mampu menarik perhatian di level nasional.
“Mari jadikan Kampung Baru Fair sebagai ikon pariwisata budaya Kota Palu. Sebuah cermin dari semangat kita membangun tanpa melupakan akar budaya,” kata Rahmat.
Oleh karena itu, seluruh pihak diminta terus menjaga semangat kebersamaan dan kolaborasi untuk membangun Kampung Baru yang lebih maju, kreatif, dan membanggakan.
“Selamat satu dekade Kampung Baru Fair. Sampai jumpa di gelaran tahun depan dengan semangat yang lebih membara,” pungkas Rahmat. *IMR/MUH













