Regional

KPP Palu Selamatkan 58 Nyawa dalam 26 Operasi SAR

×

KPP Palu Selamatkan 58 Nyawa dalam 26 Operasi SAR

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tim SAR membawa kantong berisi jenazah Nipa Botutihe (10), korban tenggelam di Pantai Buol, Dusun Tanjung, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Senin (17/2/2025). Foto: HO

SEBANYAK 58 nyawa selamat dalam 26 operasi SAR yang dilaksanakan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu selama Januari hingga Maret 2025.

Namun di tengah upaya penyelamatan yang intens, tim menemukan 13 orang dalam kondisi meninggal dunia, dan masih mencari 2 lainnya.

Rangkaian operasi ini menunjukkan kerja cepat dan kolaboratif tim SAR bersama unsur potensi lainnya dalam menghadapi berbagai kejadian darurat di darat dan laut.

Kepala KPP Palu, Muh Rizal menjelaskan, berdasarkan data, timnya menangani lima kejadian di Januari.
Tiga kasus berupa kondisi yang membahayakan jiwa manusia.

“Dalam kasus itu tim menyelamatkan empat orang dan menemukan satu orang meninggal dunia,” terangnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (15/4/2025).

Dua kasus lainnya berupa kecelakaan kapal. “Tim mengevakuasi tujuh korban dalam keadaan selamat,” ungkap Rizal.

Pada Februari, KPP Palu menangani 11 kejadian. Enam kasus berupa kondisi membahayakan jiwa manusia.

“Dalam kasus ini, delapan orang meninggal dan satu hilang,” kata Rizal.

Lima kasus lainnya berupa kecelakaan kapal. Tim menyelamatkan 20 orang dalam kejadian ini.

Sementara Maret, KPP Palu mencatat 10 kejadian. Rizal memaparkan enam kasus berupa kondisi membahayakan jiwa manusia.

“Pada kasus ini tim menyelamatkan tiga orang dan menemukan empat orang meninggal dunia,” sebutnya.

Tiga kasus lainnya berupa kecelakaan kapal. Tim menyelamatkan sembilan korban dan masih mencari satu korban lainnya.

“Untuk satu kasus lainnya, berupa kejadian bencana alam. Saat itu tim mengevakuasi 15 orang,” ungkap Rizal.

Sepanjang kejadian itu, KPP Palu menilai seluruh operasi berlangsung cepat, tepat, dan melibatkan kerja sama lintas instansi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat cuaca ekstrem dan musim hujan. Utamakan keselamatan dan patuhi standar keamanan, baik di darat maupun di laut,” pesannya.

Rizal mengingatkan bahwa keselamatan menjadi tanggung jawab bersama.

“Untuk kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi call center Basarnas 115 yang siaga 24 jam,” tandasnya. TAU/MUH