Regional

1.099 Bhabinkamtibmas di Sulteng Dapat Pembekalan Moderasi Beragama

×

1.099 Bhabinkamtibmas di Sulteng Dapat Pembekalan Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
Kapolda Sulteng, Irjen Agus Nugroho dan Ketua FKUB Sulteng, Profesor Zainal Abidin memperlihatkan dokumen kerjasama untuk meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi 1.099 personel Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polda, Kamis (8/5/2025). Foto: HO

KEPOLISIAN Daerah (Polda) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi 1.099 personel Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polda itu. 

Penandatanganan MoU dilakukan Kapolda Sulteng, Irjen Agus Nugroho dan Ketua FKUB Sulteng, Profesor Zainal Abidin.

Kapolda Agus, menekankan pentingnya sinergi pelbagai pihak dalam merawat keragaman di Indonesia, terutama suku dan agama.

“Dalam mengelola keberagaman, kita tidak bisa bekerja sendiri. FKUB ini bukan hanya forum tokoh agama, tapi juga berisi tokoh masyarakat yang langsung bersentuhan dengan umatnya. Jika ada potensi konflik, forum inilah yang bisa turun langsung meredam,” terangnya dalam saran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (10/5/2025).

Agus menambahkan, keragaman bukan hal yang harus dihindari, justru menjadi perekat kebangsaan yang perlu dijaga bersama.

“Kita harus mampu memelihara perbedaan. Perbedaan itu justru menjadi kekuatan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Zainal, berharap kerja sama ini berdampak nyata pada peningkatan kerukunan antarumat beragama di Sulteng. 

Ia menilai, Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak yang bisa langsung menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat di desa-desa.

“Kalau orang memahami ajaran agamanya dengan benar, pasti dia akan hidup bahagia. Tidak ada agama yang mengajarkan kebencian atau iri hati,” ungkap Zainal.

Dirinya juga menyebut, hampir seluruh persoalan sosial yang terjadi di masyarakat pertama kali akan dihadapi oleh Bhabinkamtibmas. 

Karena itu, menurut Zainal, mereka perlu dibekali pemahaman yang kuat tentang moderasi beragama.

“Dengan pembekalan ini, mereka bisa menyampaikan pesan-pesan toleransi langsung ke masyarakat di desa-desa. Insyaallah, dalam satu atau dua tahun ke depan, Sulawesi Tengah akan semakin damai dan rukun,” tandasnya. *TAU/MUH