LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Gio Timur, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang Kampus Berdampak.
Ketua LP2M UIN Datokarama, Dr Sahran Raden, mengatakan pengembangan Bumdes menjadi fokus kerja sama antara LP2M UIN Datokarama dan Pemerintah Desa Gio Timur.
“Kami sudah menandatangani kerja sama sekaligus menetapkan Desa Gio Timur sebagai desa binaan UIN Datokarama,” terangnya, Senin (26/5/2025).
LP2M UIN Datokarama dan Pemerintah Desa Gio Timur menandatangani kerja sama pada Minggu, 25 Mei 2025, di Desa Gio Timur, sekaligus menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Undang-Undang Desa serta Pemberdayaan Bumdes.
Sahran menjelaskan, beberapa poin utama dalam sosialisasi dan penyuluhan sesuai harapan pemerintah desa.
Pertama, Undang-Undang Desa yang berlaku saat ini adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, yang telah mengalami perubahan kedua melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. UU ini mengatur otonomi desa, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan desa. Sosialisasi ini bertujuan membantu masyarakat memahami hak dan kewajiban mereka.
“Undang-Undang Desa menjadi payung hukum pengelolaan dan pembinaan desa. Kami ingin masyarakat memahami peran, hak, dan kewajiban mereka serta mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan desa. Dengan pemahaman yang baik, pengelolaan dan pembangunan desa akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kedua, LP2M UIN Datokarama merancang pelatihan dan pengembangan SDM untuk meningkatkan kapasitas aparat pemerintah desa dan pengelola Bumdes. LP2M juga mendorong Bumdes melakukan diversifikasi usaha agar tidak bergantung pada satu jenis usaha.
Sahran mengatakan, saat ini Bumdes Gio Timur hanya memiliki satu unit usaha, yaitu penyediaan gas elpiji.
Karena itu, LP2M UIN Datokarama mendorong Bumdes membuka usaha baru seperti pengelolaan toko, produksi lokal, pariwisata, jasa, dan penyediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gio Timur dan desa sekitar.
Ketiga, LP2M UIN Datokarama mendorong pemerintah desa dan Bumdes menjalin kemitraan, kolaborasi, dan jejaring dengan pemerintah, LSM, dan swasta. Kemitraan ini membuka akses pasar, pembiayaan, dan transfer pengetahuan.
Keempat, LP2M UIN Datokarama mendorong Bumdes memperkuat akses modal dengan mencari sumber pembiayaan dari pemerintah, bank, atau lembaga lain. Pendanaan yang baik akan mendukung pertumbuhan usaha Bumdes.
Kelima, LP2M UIN Datokarama mendorong Bumdes berinovasi dengan menggali potensi produk dan layanan sesuai kebutuhan masyarakat dan tren pasar. Bumdes juga perlu menerapkan praktik bisnis berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan.
“Misalnya, mengembangkan produk ramah lingkungan atau memanfaatkan sumber daya lokal secara bertanggung jawab,” tegasnya.
Desa Maju
Sahran menambahkan, pemerintah desa dan pengelola Bumdes berharap UIN Datokarama membantu menjadikan Desa Gio Timur sebagai desa maju agar masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan hidup harmonis dalam kehidupan beragama.
“LP2M UIN Datokarama akan menindaklanjuti hasil sosialisasi dan penyuluhan melalui bimbingan teknis pembuatan produk hukum pemerintah desa dan tata kelola Bumdes,” tandasnya.













