KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, terus mendorong transformasi lembaga pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.
Komitmen ini kembali ditegaskan lewat kunjungan kerja Kepala Kanwil, Bagus Kurniawan, ke Lapas Kelas III Kolonodale, Sabtu (7/6/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bagus meresmikan enam fasilitas baru yang mendukung pembinaan dan pelayanan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Di antaranya, lapangan futsal mandora, masjid, klinik kesehatan meambo, peternakan ayam potong, pos wasrik baru, dan pabrik air mineral moiko.
Selain meresmikan fasilitas, Kakanwil juga meninjau tujuh program pembinaan dan layanan yang telah berjalan, yaitu barbershop Lapas Kolonodale, layanan rumah singgah bagi keluarga WBP dari luar daerah, dapur Lapas, koperasi INKOPASINDO, blok hunian WBP, kolam ikan lele, dan kebun sayuran hidroponik.
Bagus menjelaskan, semua fasilitas dan program ini dirancang untuk mengubah persepsi tentang lembaga pemasyarakatan.
“Kita ingin setiap WBP keluar dari sini dengan nilai baru kemandirian, keterampilan, dan harapan,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Minggu (8/6/2025).
Bagus berharap, semua infrastruktur dan program pembinaan bisa berjalan konsisten dan memberi dampak nyata bagi warga binaan maupun keluarga mereka.
Kakanwil turut didampingi Kalapas Kolonodale, Bambang Hari Widodo, Kalapas Batu Licin Arifin Akhmad, dan Kalapas Luwuk Muhammad Bahrun selama peninjauan.
Transformasi yang berlangsung di Lapas Kolonodale ini mencerminkan paradigma baru dalam pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk membina karakter, keterampilan, dan masa depan warga binaan. *NDU/MUH













