Regional

Perlindungan Sosial Meningkat, Palu Raih Apresiasi di Paritrana Award 2025

×

Perlindungan Sosial Meningkat, Palu Raih Apresiasi di Paritrana Award 2025

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengikuti sesi presentasi penilaian Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Ballroom Hotel Santika Palu, Kamis (26/6/2025). Foto: Humas Pemkot Palu

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu menegaskan komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menyampaikan hal ini secara langsung dalam sesi presentasi penilaian Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Ballroom Hotel Santika Palu.

Bersama Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan, Imelda memaparkan capaian gemilang Kota Palu selama empat tahun terakhir dalam memperluas jangkauan BPJS Ketenagakerjaan.

Paritrana Award merupakan penghargaan nasional yang menghargai pemerintah daerah dan pelaku usaha yang menunjukkan komitmen mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh.

“Melalui visi Palu Mantap Berkelanjutan Akseleratif, Inovatif, dan Kolaboratif, kami terus berupaya menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan,” terang Imelda, Kamis (26/6/2025).

Kota Palu mencatat lonjakan signifikan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Pada 2022, jumlah peserta mencapai 39.514 jiwa. Jumlah ini naik menjadi 42.328 jiwa pada 2024 dan melonjak menjadi 60.426 jiwa pada 2025.

Kepesertaan mencakup dua kategori. Yaitu, Penerima Upah (PU) yang meliputi ASN, non-ASN, pekerja padat karya, guru mengaji, dan pekerja sosial.

Kategori kedua, Bukan Penerima Upah (BPU), mencakup nelayan, petani, pekerja informal, hingga penyandang disabilitas.

Untuk memperkuat perlindungan sosial, Pemkot Palu menerbitkan Perda Nomor 8 Tahun 2024 sebagai landasan hukum penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan di seluruh wilayah kota.

Santunan dan Beasiswa Naik Tajam

Perluasan perlindungan ini berdampak langsung pada jumlah peserta yang menerima santunan dan beasiswa.

Pada 2022, sebanyak 151 peserta menerima total Rp5,2 miliar. Pada 2023, jumlah peserta meningkat menjadi 189 orang dengan nilai Rp7,1 miliar. Tahun 2024, sebanyak 182 peserta menerima Rp6,7 miliar. Tahun 2025, sebanyak 522 peserta menerima santunan senilai Rp19,1 miliar.

Pemkot Palu juga mengalokasikan perubahan anggaran tahun 2025 untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS bagi kelompok masyarakat rentan, sebagai bagian dari misi pemerataan jaminan sosial.

Tim penilai Paritrana Award 2025 memberikan respons positif terhadap presentasi Imelda. Mereka mengapresiasi komitmen dan langkah progresif Kota Palu dalam memperluas perlindungan ketenagakerjaan untuk semua elemen masyarakat.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan tidak ada warga Palu yang tertinggal dalam perlindungan sosial,” tutup Imelda. ADV/TAU/MUH