Regional

April-Juni: Basarnas Palu Selamatkan 77 Orang dalam 22 Operasi

×

April-Juni: Basarnas Palu Selamatkan 77 Orang dalam 22 Operasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tim SAR mengevakuasi dua korban tanah longsor terakhir yang ditemukan di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (26/6/2025). Foto: Basarnas Palu

KANTOR Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melaksanakan 22 operasi SAR selama Triwulan II 2025 (April–Juni). Tim berhasil menyelamatkan 77 orang, menemukan 13 orang dalam kondisi meninggal dunia, dan masih mencari 3 orang yang hilang.

Jenis operasi didominasi kondisi membahayakan jiwa manusia (11 kejadian), disusul kecelakaan kapal (8 kejadian), bencana alam, dan kecelakaan penanganan khusus.

Rincian Operasi SAR per Bulan

  • April 2025 (7 kejadian)
    • Kondisi membahayakan jiwa: 4 kejadian (11 selamat, 1 meninggal, 2 hilang)
    • Bencana alam: 2 kejadian (46 selamat)
    • Kecelakaan khusus: 1 kejadian (1 selamat)
  • Mei 2025 (7 kejadian)
    • Kondisi membahayakan jiwa: 2 kejadian (1 selamat, 1 meninggal)
    • Kecelakaan kapal: 4 kejadian (13 selamat)
    • Bencana alam: 1 kejadian (2 meninggal)
  • Juni 2025 (8 kejadian)
    • Kondisi membahayakan jiwa: 2 kejadian (2 meninggal)
    • Kecelakaan kapal: 4 kejadian (4 selamat, 1 hilang)
    • Bencana alam: 1 kejadian (7 meninggal)
    • Kecelakaan khusus: 1 kejadian (1 selamat)

Rekapitulasi Triwulan II 2025

  • Total kejadian: 22
  • Korban selamat: 77 orang
  • Korban meninggal: 13 orang
  • Korban hilang: 3 orang

Jumlah korban selamat naik dibanding Triwulan I 2025. Saat itu, tim menyelamatkan 58 orang. Peningkatan ini menunjukkan tim semakin cepat dan efektif dalam setiap operasi.

Imbauan dan Kesiapan

Kepala Basarnas Palu, Muh Rizal, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Sulawesi Tengah.

“Potensi musibah di Sulawesi Tengah terus meningkat karena dinamika cuaca dan kondisi geografis yang rawan. Masyarakat dan pemangku kepentingan harus semakin waspada,” katanya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Rabu (2/7/2025).

Basarnas Palu bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan memperkuat koordinasi untuk mempercepat respons di lapangan.

Tim juga memetakan titik rawan banjir, longsor, dan wilayah perairan yang berisiko gelombang tinggi.

Basarnas rutin mengecek peralatan, melatih personel, dan menempatkan satuan siaga di daerah rawan bencana. *IKY/MUH