UNIVERSITAS Hasanuddin (Unhas) melalui Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian kepada Masyarakat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) prestasi 2025. Program ini menempatkan mahasiswa berprestasi Unhas di berbagai wilayah Makassar, termasuk kepulauan.
Kepala Subdirektorat, Syarifuddin Mabe Parenreng, menyampaikan tawaran ini langsung kepada Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat audiensi di Balai Kota, Selasa (8/7/2025).
Munafri menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan terhadap keterlibatan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat, terutama dalam memperkuat program strategis Pemkot Makassar.
“Saya mengapresiasi kehadiran mahasiswa Unhas dalam mendukung program Pemkot. Ini bagian penting dari pemberdayaan warga agar mandiri dan produktif,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id.
Munafri menyebut pengelolaan sampah rumah tangga sebagai salah satu fokus utama KKN tahun ini.
Mahasiswa terlibat dalam pengumpulan dan pengolahan sampah plastik, pengolahan kompos, serta pembinaan BUMKel dan UMKM berbasis lingkungan.
Ia juga menyoroti potensi wilayah kepulauan yang dapat dioptimalkan melalui edukasi lapangan, terutama di sektor kelautan.
“Kepulauan menyimpan peluang besar. Mahasiswa bisa mendorong masyarakat memaksimalkan keunggulan kelautan Makassar,” jelasnya.
Munafri menginstruksikan jajaran Pemkot untuk mendukung kelancaran program ini, mulai dari distribusi lokasi, koordinasi dengan camat dan lurah, hingga penyediaan posko interaksi.
Syarifuddin menjelaskan bahwa KKN prestasi merupakan model pengabdian berbasis pendidikan yang melibatkan mahasiswa terbaik lintas fakultas.
Program ini memperkuat program pemerintah, bukan menciptakan yang baru.
“Kami membantu menjalankan program yang dirancang Pemkot Makassar. Mahasiswa bersinergi langsung dengan pemerintah di lapangan,” katanya.
Syarifuddin menyebut sebanyak 141 mahasiswa ikut serta, dan jumlahnya bisa bertambah hingga 150 orang.
Mereka tersebar di 15 kecamatan, termasuk wilayah kepulauan, dan menjalankan KKN selama 45 hari.
“Kami berharap kerja sama ini berlanjut setiap semester atau tahun. Mahasiswa siap mendukung pembangunan Kota Makassar,” tandas Syarifuddin.
Di akhir pertemuan, wali kota menitipkan empat fokus utama KKN tahun ini, pengelolaan sampah rumah tangga, percepatan penanganan stunting, pengembangan urban farming, dan pemberdayaan UMKM. *ICC/MUH













