KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menambah enam Tenaga Kesehatan (Nakes) baru untuk memperkuat layanan medis di Lapas dan Rutan di wilayah tersebut.
Langkah ini menunjukkan komitmen Kanwil Ditjenpas dalam menjamin hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), terutama hak atas pelayanan kesehatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, menyampaikan langsung penempatan tenaga kesehatan seusai memberikan pembekalan di Aula Kanwil, Rabu (30/7/2025). Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam sistem pemasyarakatan.
Enam tenaga medis tersebut terdiri dari tiga dokter umum, satu dokter gigi, satu perawat, dan satu bidan. Mereka berasal dari CPNS Formasi Non-SLTA Tahun Anggaran 2024 dan mulai bertugas di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah.
“Kami menempatkan mereka di beberapa lapas dan rutan. Selanjutnya, kami akan merotasi mereka secara bergiliran agar layanan medis merata,” ujar Bagus.
Bagus menekankan bahwa peningkatan layanan kesehatan tidak cukup dengan menambah personel. Ia juga mendorong penguatan sistem, terutama penataan rekam medis atau medical record yang akurat dan terintegrasi.
“Jangan abaikan medical record. Data itu bukan pelengkap, tapi fondasi sistem kesehatan kita,” tegasnya.
Ia meminta tenaga kesehatan rutin memeriksa kesehatan warga binaan sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan.
Dirinya juga mendorong kolaborasi aktif antara lapas-rutan dan fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
“Kita harus tetap memberikan layanan optimal meskipun sumber daya terbatas. Kolaborasi jadi kunci,” katanya.
Bagus juga mendorong tenaga kesehatan untuk mengedukasi warga binaan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia menilai tenaga kesehatan sebagai ujung tombak perubahan pola hidup di lingkungan pemasyarakatan.
Bagus mengingatkan pentingnya keselamatan tenaga medis saat bertugas. “Gunakan alat pelindung diri sesuai standar. Keselamatan kalian juga prioritas,” pesannya.
Perwakilan tenaga kesehatan, drg. Henry Christianto Adi Nugroho, menyatakan kesiapannya bersama tim untuk menjalankan tugas.
“Kami hadir dengan semangat melayani, mengedukasi, dan menjaga kesehatan warga binaan,” tandasnya.
Langkah ini memperkuat peran pemasyarakatan, tidak hanya sebagai lembaga pembinaan, tetapi juga sebagai penjaga hak hidup sehat bagi setiap warga binaan. NDU/MUH













