DUA produk unggulan Sulawesi Tengah, Tenun Donggala dan Bawang Goreng Palu, ikut tampil di ajang internasional Osaka Expo 2025 di Jepang.
Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah Republik Indonesia (Dekranasda RI) memfasilitasi keikutsertaan tersebut.
Langkah ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia ke panggung dunia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kakanwil Kemenkum) Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, menyambut baik pencapaian tersebut.
Ia menegaskan, Tenun Donggala dan Bawang Goreng Palu bukan sekadar komoditas dagang. Kedua produk ini telah meraih status indikasi geografis (IG).
Status IG melindungi kekayaan intelektual yang melekat pada keunikan, kualitas, dan keterikatan produk dengan daerah asalnya.
“Tenun Donggala dan Bawang Goreng Palu membuktikan produk lokal bisa mendunia jika memiliki perlindungan kekayaan intelektual. Indikasi geografis tidak hanya menjaga nama dan reputasi produk, tetapi juga memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Rakhmat di Palu, Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, perlindungan KI khususnya IG membawa banyak keuntungan. IG meningkatkan daya saing produk di pasar global, membuka peluang ekspor, memperluas jaringan pemasaran, dan memperkuat identitas budaya.
“Dengan status IG, pihak lain sulit meniru produk kita. Masyarakat Sulawesi Tengah pun merasakan manfaat langsung, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya,” tegasnya.
Ajang Osaka Expo 2025 yang berlangsung 13 April–13 Oktober membuka akses lebih luas bagi produk lokal menembus pasar internasional. Expo ini juga mengajarkan UMKM dan pemerintah daerah pentingnya mengintegrasikan perlindungan kekayaan intelektual dalam pengembangan produk.
Kanwil Kemenkum Sulteng berkomitmen mendampingi pemerintah daerah, UMKM, dan komunitas kreatif. Mereka membantu proses pendaftaran, perlindungan, dan pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai instrumen pembangunan ekonomi.
Dengan tampil di Osaka Expo, Sulawesi Tengah kembali menegaskan diri sebagai daerah dengan potensi budaya dan ekonomi kreatif yang kaya, siap bersaing, dan mendunia. RLS/MUH













