SATUAN Lalu Lintas (Satlantas) Polres Parigi Moutong mengerahkan dua unit alat berat untuk mengevakuasi kendaraan dan membersihkan material longsor di jalur Kebun Kopi kilo meter 8-9 Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara.
Anggota Pos Lantas Kebun Kopi Satlantas Polres Parigi Moutong, Bripka Agusti Nyoman, mengatakan longsor terjadi karena curah hujan sangat tinggi.
Saat ini material longsor masih menutup jalur Kebun Kopi. Karena itu, petugas menurunkan dozer dan ekskavator ke lokasi.
“Kami bersama pihak terkait melaksanakan pembersihan. Seperti yang terlihat di belakang kami, material cukup banyak. Kami kerahkan dua unit alat berat, yaitu dozer dan ekskavator,” jelasnya dalam rekaman video yang diterima Eranesia.id, Jumat (12/9/2025).
Menurut Agusti, satu unit sepeda motor masih terkubur material longsor di lokasi. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Kami masih mengevakuasi. Untuk informasi lebih lanjut akan kami laporkan lagi,” tutupnya.
Hujan masih mengguyur lokasi, sementara material longsor berupa tanah bercampur kerikil menutup jalur Kebun Kopi. Arus lalu lintas dari arah Palu ke Parigi Moutong maupun sebaliknya lumpuh total.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Parigi Moutong pada Kamis (11/9/2025) malam memicu longsor di jalur Kebun Kopi. Peristiwa itu menimbun sejumlah kendaraan.
Salah satu warga Parigi Moutong, M Andri, menyebut longsor terjadi tepat di kilometer 8–9 Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara.
“Yang longsor jalur dari Parigi Moutong. Makanya akses Parigi Moutong ke Kota Palu tidak bisa dilalui. Saya yang tadinya mau ke Palu terpaksa balik arah ke Toboli,” katanya saat dihubungi Eranesia.id dari Palu.
Andri menjelaskan, longsor di Kebun Kopi menimbun beberapa kendaraan roda dua dan roda empat.
Sejumlah kendaraan itu tertimbun karena pengendara tidak sempat menyelamatkan diri saat tanah tiba-tiba longsor akibat hujan deras.
“Kendaraan yang tertimbun itu melintas dari arah Kota Palu maupun dari arah Parigi Moutong. Ada sekitar lima sepeda motor dan empat mobil tertimbun di sana,” tandasnya.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













