Regional

Zainal Abidin: Pentingnya Nalar Positif dalam Memahami Agama

×

Zainal Abidin: Pentingnya Nalar Positif dalam Memahami Agama

Sebarkan artikel ini
Ketua FKUB Sulteng, Profesor KH Zainal Abidin. Foto: HO/Eranesia.id

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Profesor Zainal Abidin, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam membentuk cara pandang terhadap agama. 

Menurutnya, agama dan masyarakat memiliki hubungan simbiosis mutualisme yang saling memengaruhi.

Agama harus diatur dan dikendalikan oleh masyarakat. Nalar agama bergantung pada nalar masyarakat,” kata Zainal, Rabu (1/10/2025). 

Ia menjelaskan, agama tidak hadir di ruang hampa, melainkan selalu berinteraksi dengan lingkungan sosial, budaya, dan sejarah. 

Oleh karena itu, cara masyarakat memahami ajaran agama sangat dipengaruhi oleh pengalaman kolektif mereka.

Zainal mencontohkan, jika masyarakat terbiasa hidup dalam konflik dan kekerasan, maka tafsir agama yang berkembang cenderung keras dan radikal. 

Sebaliknya, bila masyarakat tumbuh dalam suasana damai dan inklusif, interpretasi agama akan menonjolkan kasih sayang, toleransi, serta nilai-nilai kemanusiaan.

“Masyarakatlah yang memberi wajah kepada agama, apakah wajah yang ramah dan penuh cinta, atau justru keras dan radikal,” tegasnya.

Zainal menekankan, masyarakat perlu menjaga nalar yang positif dan moderat agar agama tetap hadir sebagai sumber kebaikan, cinta, dan perdamaian. 

“Agama bukan alat untuk memecah belah, melainkan pedoman moral dan spiritual bagi kehidupan yang beradab,” tandasnya. 

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan