Regional

Ditjenpas dan Dinas TPH Sulteng Dorong Pertanian Warga Binaan

×

Ditjenpas dan Dinas TPH Sulteng Dorong Pertanian Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan (kanan) berpose bersama Kepala Dinas TPH Sulteng, Nelson Metubun. Dok: Humas Ditjenpas Sulteng/Eranesia.id

KANTOR Wilayah Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) untuk memperkuat sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan warga binaan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, mengatakan sektor pertanian berpotensi besar memperkuat ekonomi kerakyatan di lingkungan pemasyarakatan.

“Sektor ini memberi ruang nyata bagi kami untuk berkontribusi pada ketahanan pangan sekaligus memberi manfaat langsung bagi warga binaan,” ujarnya saat audiensi di Kantor Dinas TPH Sulteng, Senin (13/10/2025).

Tidak hanya itu, Bagus juga menegaskan, bahwa sistem pemidanaan kini lebih humanis dan korektif, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional.

KUHP baru mengatur pidana pengawasan dan kerja sosial, sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang membina dan memulihkan,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Bagus hadir bersama Maulana Luthfiyanto, M Nur Amin, dan para Kepala UPT se-Kota Palu. Ia menjelaskan, penguatan ketahanan pangan menjadi prioritas lembaganya.

“Kami menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo dan 13 Program Akselerasi Menteri Pemasyarakatan Agus Andrianto, agar pemasyarakatan aktif memberdayakan warga binaan,” sebut Bagus.

Saat ini, Lapas dan Rutan di Sulteng kini mengelola sekitar 10 hektare lahan produktif untuk pertanian dan peternakan.

“Tanaman unggulan kami jambu kristal. Selain itu, ada peternakan sapi dan bebek. Kami berharap Dinas TPH memberi pendampingan teknis dan bantuan bibit agar hasilnya optimal,” ujar Bagus.

Sementara itu, Kepala Dinas TPH Sulteng, Nelson Metubun menyambut positif kerja sama tersebut.
Ia menilai program pemasyarakatan mampu memperluas ekosistem pertanian rakyat dan membuka peluang ekonomi baru.

“Kami siap bersinergi dalam pelatihan, penyediaan bibit unggul, dan pendampingan budidaya. Kolaborasi ini mendorong kemandirian dan produktivitas warga binaan,” tutupnya.

Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan