Regional

UIN Datokarama Gerakkan Warga Parigi Moutong untuk Cegah Stunting

×

UIN Datokarama Gerakkan Warga Parigi Moutong untuk Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Hamka memberikan bingkisan kepada warga seusai sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting di Desa Gio Timur, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (18/11/2025). Dok: Humas UIN Datokarama/Eranesia.id

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting di Desa Gio Timur, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung kesehatan generasi muda dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) melalui Pusat Layanan Kesehatan UIN Datokarama memprakarsai kegiatan tersebut, dan warga menyambutnya dengan antusias. Para ibu dan calon pengantin pun hadir dalam jumlah besar.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Hamka, menegaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Ia menilai, masalah ini sangat serius karena berdampak langsung pada kualitas SDM di masa depan.

Hamka menyampaikan data BKKBN Sulteng yang mencatat prevalensi stunting masih tinggi, yakni 26,1 persen. Di Parigi Moutong, angkanya juga besar, yaitu 22,3 persen.

“Dari setiap 100 anak yang lahir, 22 di antaranya mengalami stunting,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Hamka menegaskan, bahwa pendidikan memegang peran penting dalam pencegahan stunting. “Pendidikan bukan hanya di sekolah, tapi juga di rumah dan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pendidikan membuat orang tua memahami pentingnya gizi dan pola pengasuhan yang benar. Anak-anak pun belajar menjalani hidup bersih, makan sehat, dan belajar dengan teratur.

Hamka juga menyoroti peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menyebarkan pesan kesehatan.

“Setiap ibu yang tahu akan menolong satu keluarga. Setiap guru yang paham akan menyelamatkan satu generasi,” ungkap Hamka.

Pencegahan stunting, lanjutnya, bisa dimulai dari rumah. Orang tua perlu memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan menyediakan makanan pendamping seperti nasi, sayur, lauk berprotein, dan buah.

Advertorial | Editor : Muh Taufan