PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu menegaskan komitmennya untuk memperkuat produk unggulan daerah sebagai identitas ekonomi dan budaya lokal.
Pemkot menyampaikan komitmen itu dalam Seminar Hasil Identifikasi dan Kajian Penetapan Produk Unggulan Daerah di Sriti Convention Hall, Rabu (19/11/2025).
Seminar tersebut menyajikan hasil kajian yang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Tim kajian menilai produk berdasarkan lima kriteria Produk Unggulan Daerah (PUD). Di antaranya potensi pasar, ketersediaan bahan baku atau sarana produksi, keterlibatan masyarakat, nilai tambah, dan kekhasan daerah. Proses itu menghasilkan 18 produk yang mencerminkan karakter khas Palu.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Palu memilih lima produk utama untuk dikembangkan. Produk tersebut meliputi bawang goreng, kuliner kaledo, batik kelor, olahan kelor, serta sektor wisata teluk dan kebencanaan.
BRIDA menetapkan kelima produk itu karena memiliki daya saing tinggi, potensi ekonomi kuat, dan identitas yang melekat pada masyarakat.
Staf Ahli Infrastruktur dan Lingkungan Setda Kota Palu, Arfan, mengajak seluruh peserta berperan aktif dalam memperkuat pengembangan produk unggulan tersebut.
“Melalui momentum ini, saya mengajak BRIDA, OPD, para camat, dan lurah untuk mendukung penguatan produk unggulan Kota Palu. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal identitas daerah dan keberlanjutan usaha masyarakat,” ujarnya.
Arfan juga memberikan apresiasi kepada BRIDA yang bekerja keras melakukan identifikasi dan riset mendalam hingga menyusun pemetaan produk unggulan daerah.
Ia menilai riset tersebut menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Terima kasih kepada BRIDA atas risetnya. Kajian ini mendorong Kota Palu untuk menentukan prioritas pengembangan produk unggulan,” tandas Arfan.
Pemkot Palu menargetkan pemanfaatan hasil kajian ini sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan yang lebih terarah.
Pemkot Palu juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













