ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat, Irjen (Purn) Frederik Kalalembang, menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait eksekusi Tongkonan dan tawuran warga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Untuk itu, ia mengunjungi Polda Sulsel, Jumat (12/12/2025), untuk mengawasi aspirasi publik.
Saat tiba, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandani Rahardjo Puro menyambut Frederik, didampingi Wakapolda, Kapolrestabes, Komandan Sat Brimob, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kabid Propam, dan Auditor Itwasda. Pertemuan berlangsung hangat dan dialogis.
Di ruang kerja Kapolda, Frederik menegaskan, kunjungannya bagian dari mekanisme kerja anggota Komisi III DPR RI. Ia menambahkan, DPR RI wajib menindaklanjuti laporan masyarakat, termasuk tawuran berulang di Tallo.
“Ini suara masyarakat yang kami dengar langsung. Negara tidak boleh absen ketika warga merasa tidak aman,” ujar Frederik. Selain itu, ia menekankan, Polri harus mengutamakan pendekatan humanis sesuai UU Nomor 2 Tahun 2002.
Sebagai purnawirawan Polri, Frederik ingin memastikan institusi kepolisian profesional dan dipercaya publik. Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya sinergi dengan media agar kerja Polri tersampaikan secara objektif. “Media adalah mitra strategis agar kerja baik Polri sampai ke publik,” tegasnya.
Terkait Toraja dan eksekusi Tongkonan, Frederik mendorong restorative justice dan pendekatan persuasif. Aparat hukum harus menyejukkan masyarakat adat, bukan bersikap represif.
Oleh karena itu, Frederik berencana mengumpulkan Forkopimda untuk mencari solusi bagi Tongkonan lain yang berpotensi dieksekusi.
Frederik menyebutkan, pentingnya komunikasi. “Tongkonan adalah warisan budaya Toraja yang harus kita jaga. Dengan demikian, mari duduk bersama mencari solusi terbaik, bukan merubuhkannya,” ujarnya.
Menegakkan Hukum Tegas
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandani Rahardjo Puro menyambut kunjungan Frederik. Ia menjelaskan, Polda Sulsel menangani tawuran Tallo dengan melokalisir kejadian, menangkap pelaku, menegakkan hukum tegas, dan berkoordinasi dengan Pemkot Makassar.
Seiring waktu, situasi di Tallo relatif kondusif, program pemberdayaan masyarakat, patroli rutin, dan penyediaan air bersih di wilayah rawan konflik mendukung kondisi ini.
“Kami juga komitmen menekan peredaran narkoba melalui operasi terpadu bersama BNNP Sulsel,” ungkapnya.
Sementara itu, menyikapi masukan Frederik terkait eksekusi Tongkonan, Kapolda mengatakan, aparat akan mengedepankan pendekatan humanis dan menghormati adat serta budaya Toraja. Ia juga menghargai pengawasan DPR RI yang konstruktif dan memperkuat profesionalisme Polri.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi DPR RI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media untuk menghadirkan penegakan hukum yang adil dan menyejukkan masyarakat Sulawesi Selatan.
Rilis | Editor : Muh Taufan













