Regional

Kajian Islam Perkuat Karakter Pelajar di Jambore OSIS Sulsel

×

Kajian Islam Perkuat Karakter Pelajar di Jambore OSIS Sulsel

Sebarkan artikel ini
Seluruh peserta jambore OSIS mengikuti apel di Lapangan Bumi Perkemahan Caddika, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini diikuti 1.500 pelajar dari pelbagai daerah di Sulsel. Foto: HO/Eranesia.id

GUBERNUR Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri kajian ilmiah Islam. Ustad Firanda Andirja menyampaikan kajian tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari Jambore OSIS tingkat SMA/sederajat se-Sulawesi Selatan.

Jambore OSIS berlangsung di Lapangan Bumi Perkemahan Caddika, Kabupaten Gowa. Sebanyak 1.500 pelajar dari berbagai daerah di Sulsel mengikuti kegiatan ini. Panitia menggelar jambore selama tiga hari. Kegiatan berlangsung pada 12 hingga 14 Desember 2025.

Kajian ilmiah Islam menjadi agenda utama jambore. Agenda ini berfokus pada pembinaan karakter pelajar. Panitia menekankan penguatan nilai keimanan, akhlak mulia, dan jati diri generasi muda.

Suasana kajian berlangsung khidmat. Para siswa menyimak materi dengan antusias. Ustad Firanda menyampaikan materi secara langsung kepada peserta.

Dalam kajiannya, Ustad Firanda memotivasi para pelajar. Ia mengajak siswa memahami tantangan pemuda di era teknologi. Ia menilai perkembangan teknologi berlangsung sangat pesat.

Ia menekankan, sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ia mendorong siswa menjadikan kemajuan digital sebagai sarana kebaikan. Teknologi juga harus meningkatkan kualitas diri.

Ustad Firanda juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua. Sikap tersebut menjadi fondasi utama meraih keberkahan hidup. Ketaatan kepada orang tua turut menentukan kesuksesan.

“Prestasi akademik dan penguasaan teknologi harus sejalan dengan akhlak mulia,” ungkap Ustad Firanda dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Sabtu (13/12/2025).

Ia juga menekankan, ketaatan kepada orang tua.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik kegiatan ini. Dinas Pendidikan Sulsel menyelenggarakan kajian ilmiah Islam tersebut.

Ia menilai, kegiatan ini sangat strategis. Kegiatan ini membentuk pelajar yang cerdas secara intelektual. Jambore juga memperkuat moral dan spiritual siswa.

“Dengan bekal tersebut, pelajar siap menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas,”