KETUA Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Profesor Zainal Abidin, menilai pertengkaran atas nama agama bukan berasal dari ajaran agama. Menurutnya, konflik muncul karena ego dan minimnya penguasaan ilmu.
Orang yang mudah bertengkar dalam persoalan agama biasanya tidak memahami agama secara utuh. Mereka sering memaksakan pendapat pribadi agar diikuti orang lain.
“Orang yang bertengkar dalam hal agama bukan karena ilmunya, melainkan karena tidak menguasai ilmu agama dan mengumbar pendapat seenaknya,” ujar Zainal juga merupakan Rais Syuriyah PBNU dan tokoh moderasi nasional, Kamis (15/1/2026).
Ia mencontohkan perbedaan pandangan Imam Malik dan Imam Syafi’i tentang konsep rezeki. Meski berbeda, keduanya tidak saling menjatuhkan. Mereka sama-sama menguasai ilmu dan memahami bahwa perbedaan adalah rahmat.
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menambahkan, seseorang yang dangkal ilmunya mudah tersulut emosi. Mereka merasa terancam oleh pandangan berbeda dan menjadikan agama sebagai alat pembenaran ego.
“Agama tidak mengajarkan pertengkaran. Ilmuwan agama yang sejati justru menghadirkan keteduhan, bukan kegaduhan,” tegas Zainal.
Ia mengingatkan masyarakat untuk memperdalam ilmu dan memperluas sikap dalam menyikapi perbedaan. Dengan begitu, agama menjadi sumber kedamaian, bukan konflik.
Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan













