PENYESUAIAN kepesertaan BPJS Kesehatan yang berlaku Februari 2026 menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Penonaktifan sebagian peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) membuat warga takut kehilangan akses layanan medis, terutama pasien yang membutuhkan pengobatan rutin seperti cuci darah.
Beberapa rumah sakit ragu memberikan tindakan karena belum ada kepastian penjaminan biaya.
Namun, di Sulawesi Tengah, pemerintah provinsi menenangkan kekhawatiran masyarakat. Gubernur Anwar Hafid menegaskan warga tidak perlu panik.
Pemerintah menjalankan program Berani Sehat, yang memberi jaminan layanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP. Pemerintah daerah menyiapkan program ini untuk melindungi warga saat kebijakan nasional berubah.
Hingga kini, Berani Sehat telah membantu 141.282 warga mengakses layanan kesehatan tanpa biaya.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait pemutusan PBI dari BPJS Kesehatan. Saya dan Wakil Gubernur menjamin warga tetap bisa berobat gratis hanya dengan KTP,” tegas Anwar, dikutip dari siaran pers, Kamis (12/2/2026).
Bersama Wakil Gubernur Reny A Lamadjido, Anwar memastikan seluruh warga terdampak mendapat layanan kesehatan, termasuk untuk penyakit yang biasanya tidak ditanggung BPJS. Ia menekankan pemerintah memprioritaskan kesehatan rakyat.
“Kami pastikan layanan cuci darah (hemodialisa) tetap kami berikan khusus untuk masyarakat Sulawesi Tengah. Jangan khawatir,” tandasnya.
Melalui Berani Sehat, Pemprov Sulteng ingin menegaskan satu hal penting: warga yang sakit harus segera ditangani, bukan dipusingkan biaya.
Program ini membuktikan komitmen Pemprov Sulteng untuk berdiri di sisi rakyat dan menjaga harapan sembuh setiap orang.
Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan













